Gambar

We are family..

We are family..

Saat ini, dimanapun kesibukan kita dalam beraktivitas, tentu kita akan bekerja sama dengan beragam karakter manusia. Baik ketika beraktivitas di sekolah, di kampus, di organisasi, di kantor, di masyarakat, dan dimanapun itu.

Ada salah satu hal yang dapat membuat kita merasa nyaman untuk bekerjasama dengan siapapun, yaitu dengan merasa bahwa mereka adalah keluarga kita. “Treat them like your own family! “

Walaupun mereka adalah orang yang baru kita kenal,
Walaupun mereka adalah orang yang sikapnya terkadang tak kita sukai, dan segudang alasan lain yang membuat kita tak bisa mengerti mereka. Sudahlah, mulailah tuk terus bersyukur akan nikmat dari-Nya dipertemukan dengan keluarga seperti mereka.

Anggaplah, dan perlakukan mereka seperti keluargamu. Maka dirimu kan bahagia. Ya, mereka adalah keluargamu. Mereka adalah kepingan-kepingan cerita yang kan mewarnai ragam kehidupanmu. Alhamdulillah.

(Najmthree)

#Teruntuk kalian semua, yang Allah izinkan kita tuk dapat bersaudara karena-Nya, menjalin kerjasama, dan terus berbagi hikmah. Semoga Allah kekalkan ukhuwah kita sampai ke syurga-Nya. You are my family 🙂

*Alhamdulillah, welcome back najmthree, my first post in 2014. Baarokallahu fiikum..

Iklan

What We Want are What We’ve Got

Bismillaahirrohmaanirrohiim….
Let’s back to make the worlds brighter, shining like a star.. and sure that we are The Star…

All that i want in my life..
Is the feeling of peace, deep within me truly..
I took a chance, I let go..
I promised my self that it wouldn’t scare me..
Miracles appear i know, now that i can see it show..

‘Cause I found out what i dreamt of..
And i looked it up at this very moment..
What i want is what I’ve got..
Found out what was missing..
And i looked it up at this very moment..
What i want is what I’ve got..

Life is too short to hold back..
I won’t live in the past being lonely..
Now i know this is the time of my life..
Yes i’m sure, what i want is what i’ve got..

(What i want is what i’ve got-inspired by westlife song)

Give thanks to Alloh for everything that we’ve got in our life. What we want, that mean are what we dreams.. And we’ve got that dreams because of Allah answered our prayers.. So Give thanks to Alloh.. Give thanks to Alloh..
We must believe that our dreams will come true, if we sure that Alloh always hears our prayers, sure that Alloh always be with us, sure that Alloh loves someone who make an effort to get a wonderful life.. If our dreams haven’t achieved, don’t worry.. Because Alloh knows something better for us..

There is something more beautiful in front of us.. 🙂
Thanks to Alloh, What we want are what we’ve got because of Alloh…
Let’s keep our spirit to step forward, to get the achievement of life..

And Let’s reach our stars

* NajmThree*
(Get the new spirit of life to shining)

# Part 2 MY ROAD TO BEING A MAPRES FKIK 2011 = “SEUNTAI PESAN”

Bismillah..Rekam jejak itu memiliki seuntai pesan indah yang tersirat maupun tersurat bagi penyimaknya. Adalah Alloh yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. My Road To Being A Mapres FKIK 2011, tulisan ini dibuat hanya untuk berbagi inspirasi, berbagi pengingatan akan pesan-pesan cinta-Nya pada kita semua.

Sejenak diri ini kembali, pada memori perjalanan menuju Mapres FKIK. Cita-cita itu, mimpi itu yang sedari awal tak pernah terbayang akan hadir di Fakultas ini pada akhirnya hadir. Capaian tersebut, datang ditengah-tengah pengharapan utama diri ini untuk lulus kuliah lebih cepat. Keinginan untuk lulus 3.5 tahun yang pada akhirnya pupus karena penelitian yang telah lama dimulai belum kunjung selesai akibat berbagai kendala itu telah Alloh gantikan dengan cara yang lebih indah.

Ya, ternyata inilah kejutan yang ingin Alloh siapkan untuk seorang diri yang penuh dengan kekurangan ini. Alloh memberikan hadiah terindah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, lebih dari sekadar lulus cepat. Alhamdulillah, Mari mengambil seuntai pesan dari-Nya agar kita semua terus berusaha dan tidak ragu untuk memiliki impian ataupun menuliskan semua itu, karena Alloh Tau cara terbaik untuk mewujudkan impian itu. Yakinlah saudaraku, bahwa Alloh akan mewujudkan impian kita dengan cara-Nya yang lebih indah daripada yang kita duga.

Diri ini kembali merekam jejak-jejak hikmah pada perjalanan seleksi Mapres Fakultas. Awalnya sempat bingung akan menampilkan apa, pada sesi penampilan bakat diri. Jauh-jauh hari saya terus pikirkan apa yang kira-kira dapat ditampilkan, mengingat bakat spesifik yang tidak seberapa. Padahal kala itu, tes wawancara saja belum dilakukan sehingga belum bisa dipastikan kalau saya bakal masuk final. Tapi intinya, mau seperti apapun hasilnya tentunya sudah harus dipersiapkan agar nantinya sudah punya gambaran dan lebih siap menjalaninya.

Teringat cerita saya sebelumnya di tulisan part 1 My Road To Being A Mapres FKIK 2011 mengenai apa saja yang ditampilkan, tentunya hal itu tidak lepas dari arahan Alloh. Kebingungan yang melanda itu akhirnya dapat lebih saya mantapkan di pagi hari dimana siang harinya saya akan melewati final Mapres. Di pagi hari yang cerah itu, saat perjalanan di kereta dari palmerah menuju serpong (tempat saya penelitian), Alloh memberikan sebuah pesan cinta-Nya yang tertulis dalam Al-Qur’an. Disana tertulis satu ayat yang meyakinkan diri untuk menyampaikan suatu pengingatan kepada semua orang. Saya lupa ayat persisnya, namun saya sangat ingat berkali-kali saya lihat ayat itu, membuat diri semakin yakin untuk menyampaikan sesuatu di penampilan nanti. Yaa, itulah Da’wah. Karena da’wah adalah cinta, sebuah ruh bagi jiwa dan ia harus selalu menghiasi diri kita dimanapun berada. Tentulah perjalanan ini, butuh kelurusan niat. Orientasi terbesar dalam perjalanan ini haruslah karena Alloh.

’Pesan dari Sang Maha Cinta ”Tidak Ada Sesuatu yang Tidak Mungkin” menjadi pilihan tulisan yang saya sampaikan pada penampilan bakat itu. Tulisan yang berisi mengenai Tadabbur Surah Maryam ayat 7 – 9, dan ayat 35 ini berkisah mengenai Nabi Zakaria yang pada akhirnya Alloh berikan keturunan walaupun usianya telah renta dan istri beliau mandul. Juga kisah mengenai Maryam, wanita luar biasa yang Alloh titipkan dalam rahimnya seorang anak laki-laki bernama Isa yang tak berayah. Dalam pandangan manusia, mungkin hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Namun, hal tersebut mudah bagi Alloh untuk mewujudkannya karena sudah jelas kutipan dari surat cinta-Nya:

”Apabila Alloh hendak menetapkan sesuatu, maka Alloh hanya berkata kepadanya. ”Jadilah”, maka ”Jadilah sesuatu”. (Q.S. Maryam:35).

Maka saudaraku, yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan selama Alloh menghendaki untuk terjadi. Yakinlah selalu pada Alloh.

Rasa Syukur pada-Mu tak terkira, karena Alloh telah memberikan hadiah indah ini. Walaupun gelar tersebut hanya berakhir di tingkat fakultas, karena fakultas lain maupun universitas belum memiliki sistem yang mapan mengenai adanya ajang Mapres ini. Namun semua tetap patut disyukuri. Berharap kedepannya, kegiatan ini tetap lestari. Yang harus selalu diingat adalah sungguh, gelar ini bukan untuk berbangga-bangga, bukan untuk disombongkan. Sesungguhnya ini adalah amanah berat karena tentulah ada konsekuensi yang harus dilalui sebagai tanggung jawab dari capaian ini.

Menjadi lebih dikenal adalah salah satu konsekuensi. Namun, seperti yang dikutip dalam majalah tarbawi, ”Kalau hanya soal terkenal, kita tidak akan kekurangan orang. Terkenal bukanlah prestasi, tapi yang merupakan prestasi adalah memiliki kemampuan yang mumpuni dan kapasitas yang memadai, yang dengannya kita bisa melakukan tugas sebaik-baiknya, mampu menghadirkan perbaikan untuk keadaan kita yang sedang terpuruk.”

Sungguh, diri ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Beruntunglah kita karena Alloh masih menutup aib-aib kita, dan mengangkat derajat kita karena ilmu yang telah Alloh ajarkan. Sangat saya sadari, bahwa apa yang saya capai belum ada apa-apanya, dan mungkin masih kalah jauh dengan mapres-mapres lainnya yang saya ketahui. Beberapa diantaranya, sebut saja mas Danang Ambar Prabowo, Sang Pembuat Jejak pada Video inspiringnya, Mapres 1 Nasional tahun 2007, sungguh motivator yang banyak mengajarkan saya untuk terus semangat meraih mimpi. Selanjutnya, pernah mendapat cerita dari adik kelas mengenai kakak kelasnya di FK Unpad, Teteh Almira yang juga menjadi Mapres 1 Nasional tahun 2010, Subhanalloh akhwat yang luar biasa ini sudah sering kali melanglang buana untuk short course ke luar negeri.

Selain itu, ada Jay (Andreas Senjaya) Mapres Fasilkom UI tahun 2010 dan Mapres 2 UI tahun 2010, yang luar biasa juga menginspirasi karena selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, berprestasi juga mandiri. Dan baru-baru ini juga mendengar kisah mengenai Rully prasetya, Mapres I UI tahun 2011, pribadi berprestasi nan sholih yang tilawahnya perhari 5 juz dan dalam 1 minggu kurang lebih 1 kali menghatamkan Al-Qur’an (Subhanalloh), tidak terbayang seperti apa. Tentunya masih banyak lagi sosok-sosok Mapres lainnya yang luar biasa. Hanya rasa haru, yang bisa saya rasakan saat mengetahui kisah-kisah mereka. Bahagia rasanya mengetahui banyaknya saudara/i yang masih memahami pentingnya mengupgrade diri dan terus belajar untuk menjadi secercah cahaya bagi ummat.

Sesungguhnya, di luar sana masih banyak saudara/i kita yang mungkin lebih berprestasi. Masih banyak saudara/i kita yang dapat menjadi inspirasi untuk kita terus saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan seyogyanya tidak ada yang pantas disombongkan dari apa yang sudah diraih karena segalanya pun dapat terwujud karena Alloh. Segalanya dapat terwujud atas kehendak-Nya. Maka teruslah menjadi hamba-hamba-Nya yang penuh syukur.  Semoga seuntai pesan tersebut membawa berjuta hikmah untuk kita semua..

*NajmThree*

(Alhamdulillah 🙂 )

*Berikut adalah link berita mengenai Mapres FKIK 2011,  cek ke link republika di bawah ini ya 🙂

http://www.republika.co.id/berita/rol-to-campus/uin-syarif-hidayatullah/12/06/07/m58i72-mapres-ajang-penghargaan-mahasiswa-fkik-berprestasi

# Part 1 MY ROAD TO BEING A MAPRES FKIK 2011 = “REKAM JEJAK”

Pernah dengar istilah Mapres (Mahasiswa Berprestasi) ? Tentu istilah ini sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri. Namun bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, nampaknya istilah ini tidak terlalu familiar walaupun mungkin sebagian besar pernah mendengar sepintas. Ajang Mapres merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh PTN sebagai salah satu ajang pencarian bibit-bibit Mahasiswa Berprestasi sebagai calon pemimpin masa depan yang di seleksi mulai dari tingkat jurusan, fakultas, universitas, maupun tingkat nasional. Pelaksana dari kegiatan Mapres di PTN tersebut umumnya juga sudah dilakukan oleh pihak Dekanat maupun Rektorat Universitas. Bahkan seleksi tingkat nasional dilaksanakan oleh KEMDIKNAS sehingga ajang tersebut sangat bergengsi dan begitu menyorot perhatian para civitas akademika di masing-masing kampus.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mencoba untuk mengadopsi kegiatan Mapres ini sehingga dapat dirasakan juga oleh para mahasiswa/i FKIK. Mapres FKIK dilaksanakan dengan inisiasi dari pihak BEM FKIK sebagai penyelenggara utama, dan itupun diselenggarakan bersamaan dalam rangkaian Acara Milad Ke-7 FKIK. Sebagai awalan atau perdana, adanya Mapres di FKIK memang masih diprakarsai oleh pihak BEMF. Dan ajang ini pun, pertama kali hanya ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, belum terdapat di fakultas lain. Semoga kedepannya dapat dilaksanakan oleh Dekanat maupun Rektorat dengan peserta yang diikuti oleh seluruh Fakultas di UIN ini sehingga suatu saat nanti bisa ikut serta dalam Mapres Nasional. Aamiin 🙂

 Itulah sedikitnya pendahuluan mengenai ajang Mapres yang saya ketahui, sehingga saya akhirnya dapat ikut mewarnai ajang Mapres di FKIK.

Finalis Mapres FKIK 2011

My Road To Being A Mapres, dimulai dari keinginan diri sejak dahulu yang sudah lama bercita-cita menjadi mahasiswa/i berprestasi. Sejak SMA, saya sudah mendengar istilah Mapres yang berawal dari cerita teman mengenai kedua orang Mapres  UI, diantaranya Bang Shofwan Al-Banna yang sosoknya sudah familiar dengan buku-buku yang sudah beliau terbitkan. Selain itu, juga saya ketahui dengan membaca salah satu profil Mapres UI di majalah ANNIDA yaitu seorang akhwat mantan Kaput Salam UI yang begitu menginspirasi. Keinginan itu, sempat pupus karena saya tidak masuk di PTN especially UI yang sangat familiar dgn ajang ini, sementara di UIN belum ada ajang Mapres. Namun, cita-cita itu tetap tertulis di dalam draft mimpi saya.

Alhamdulillah di tahun 2011 dimana tahun terakhir saya menjadi mahasiswa S1, akhirnya diadakan ajang Mapres tingkat Fakultas oleh BEM FKIK. Sedikit terkejut, karena ini merupakan suatu kesempatan yang sejak lama saya tunggu. Walaupun sempat ragu karena ada banyak hal yang saat itu sedang saya kerjakan terkait penelitian dan skripsi juga amanah-amanah di kampus maupun sekolah, akhirnya saya tetap mempersiapkan diri untuk ikut. Peserta Mapres merupakan mahasiswa/i FKIK dari keempat program studi yaitu Pend.Dokter, Farmasi, Ilmu Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat.

Seleksi tahap awal dilakukan dengan beberapa ketentuan yaitu pengumpulan berkas Mapres yang berisi CV lengkap (kemampuan bahasa, bakat yang dimiliki, pengalaman organisasi, karya tulis yang pernah dibuat, kegiatan yang pernah diikuti, list prestasi yang dimiliki), lampiran IPK, sertifikat atau penghargaan yang dimiliki, fotocopy KTP, KTM, pas foto terbaru. Selain itu para peserta harus membuat Essai sebagai karya tulis yang akan dinilai juga dipresentasikan jika masuk sampai tahap final. Essai yang dibuat yaitu bertemakan “Islam dan Kesehatan di Era Globalisasi” dengan mencantumkan abstraksi berbahasaIndonesiadan bahasa Inggris.

Seleksi tahap selanjutnya setelah seleksi berkas adalah tahap wawancara yang merupakan tahap penentuan para peserta untuk dapat melaju ke babak final, pada tahap itu peserta ditanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan kepribadian, danmotivasi diri, juga dilakukan test qiro’at atau baca qur’an serta ditanyakan apakah peserta memiliki sejumlah hafalan Qur’an. UIN sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), haruslah memiliki penilaian tambahan mengenai sisi keislaman itu, hal tersebut yang sempat saya ketahui sebagai masukan dosen untuk ajang ini kepada panitia Mapres. Alhamdulillah tahap ini dilalui dengan lancar.. 🙂

Tahap selanjutnya adalah babak final yang merupakan tahap penentuan. Alhamdulillah saya masuk menjadi finalis bersama dengan 8 orang finalis lainnya. Di babak final tersebut, terdapat dua sesi acara yaitu sesi pertama merupakan presentasi Essai dan sesi kedua yaitu penampilan bakat. Essai yang saya presentasikan adalah mengenai “Menjadi Tenaga Kesehatan Islam di Era Globalisasi” atau “Being An Islamic Health Worker In The Era of Globalization”. Kurang lebihnya Essai ini merupakan teori yang saya buat sebagai pandangan pribadi mengenai bagaimana menjadi seorang tenaga kesehatan Islam yang dapat bertahan di tengah arus globalisai yang penuh dengan tantangan.

Dalam pandangan saya, menjadi tenaga kesehatan Islam dapat diartikan pertama sebagai tenaga kesehatan yang menerapkan nilai-nilai Islam dari segi Akhlaq diantaranya yaitu meluruskan orientasi hanya untuk Allah dalam menolong sesama, memiliki sikap empati, itsar, sabar, tawadhu’, tidak sombong, cepat tanggap, teliti, bertanggung jawab. Selain itu yang kedua dapat diartikan bahwa tenaga kesehatan Islam seharusnya menjadi insan yang berusaha menerapkan ilmu-ilmu pengobatan Islam yang dapat diaplikasikan di samping ilmu pengobatan modern yang telah dipelajari. Sejujurnya, apa yang ditulis merupakan sesuatu yang sederhana, sungguh teori sederhana namun maknanya sangat dalam. Hal itu karena di dalamnya, terdapat pengingatan-pengingatan langsung dari Al-Qur’an dan hadits shohih mengenai penjabaran dari masing-masing akhlaq tersebut maupun sedikit mengenai thibbun nabawi (pengobatan cara Nabi).

Selanjutnya sesi penampilan bakat..Ya Alloh, sebenarnya bakat yang saya miliki juga tak seberapa. Hanya bermodal sedikit pengalaman dalam keorganisasian sehingga sering berbicara di depan, menjadikan saya berani untuk berpublic speaking, bermodal sedikit pengalaman dalam menulis di blog sehingga saya berani menampilkan tulisan saya di blog mengenai ‘Pesan dari Sang Maha Cinta “Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin” , dan juga bermodal sedikit pengalaman dalam dunia nasyid muslimah yang membuat diri mengeluarkan satu bait pesan dari lagu Sherina untuk “lihatlah lebih dekat”. Semua saya rangkum menjadi satu padu, walaupun entah seperti apa kala itu. Sesuatu yang tidak seberapa, termasuk kemampuan speaking english saya yang masih harus di explore tetaplah akan menjadi penilaian dari juri yang berasal dari dosen ke-4 program studi di FKIK. Alhamdulillah, semuanya terlampaui dengan lancar…. :mrgreen:

Tibalah saatnya Grand Final, pengumuman pemenang Mapres FKIK tahun 2011 yaitu tepatnya diumumkan saat puncak acara Milad ke-7 FKIK bertempat di Auditorium Utama Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 28 Mei 2011. Dari ke-8 Finalis Mapres Fakultas dipilih menjadi 3 orang Grand finalis yang selanjutnya para grand finalis tersebut masing-masing akan diberikan pertanyaan oleh Dekan ataupun Pudek Fakultas. Dan akhirnya di penghujung acara, sampailah pada pengumuman pemenang Mapres FKIK 2011. Pemenang Runner Up II Mapres diberikan kepada Pradipta Syuarsaf (Pend.Dokter’09). Runner Up I diberikan kepada Gian Pertela (Farmasi’09), dan Mapres Utama yaitu MAPRES FKIK, Alhamdulillah berhasil diraih oleh Tri Erniati Farmasi’07. Segala Puji dan Syukur hanya pada-Mu Ya Alloh..Sungguh semua ini hanya akan terjadi atas kehendak-Mu..Semoga Rekam jejak ini membawa inspirasi..

Bersambung….

*NajmThree*

(Haru) 🙂