~Penggunaan masya Allah dan subhanallah yang sering terbalik~

images

Berikut ini kultweet Ust @salimafillah tentang ”Subhanallah” & ”Masyaallah”.

Al Quran menuturkan; Subhanallah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.”

Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak. Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik (QS 34: 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita (QS 12: 108) dll.

Bukankah ada juga pe-Maha Suci-an Allah dalam hal menakjubkan? Uniknya, Al Quran menuturnya dengan kata ganti kedua (QS 3: 191), atau kata ganti ketiga yang tak langsung menyebut asma Allah (QS 17: 1 dll).

Sedangkan ia juga terpakai pada; me-Maha Suci-kan Allah dalam menyaksikan bencana & mengakui kezhaliman diri (QS 68: 29), menolak fitnah keji yang menimpa saudara (QS 24: 16). Bagaimana Hadits-nya?

“Kami apabila berjalan naik membaca takbir, & apabila berjalan turun membaca tasbih.” (HR Al Bukhari, dari Jabir).

Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan orang dalam Bahasa Arab secara umum; yakni menggunakannya tuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal kurang baik di mana tak pantasAllah SWT dilekatkan padanya.

Adalah Gurunda @kupinang (Moh. Fauzil Adhim) yang pernah memiliki pengalaman memuji seorang Gurunda lain nan asli Arab dengan “SubhanaLlah”, kemudian mendapat jawaban tak dinyana.“Astaghfirullahal ‘Adhim; ‘afwan Ustadz; kalau ada yang bathil dalam diri & ucapan ana; tolong segera Ant luruskan!”, kira-kira demikian.

Bagaiamana simpulannya? Dzikir tasbih secara umum adalah utama, sebab ia dzikir semua makhluq & tertempat di waktu utama pagi & petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.

Bagaimana dengan “Masyaallah”?

QS 18: 39 memberi contoh; ia diucapkan atas kekaguman pada aneka kebaikan melimpah; kebun, anak, harta. Sungguh ini semua terjadi atas kehendak Allah; kebun subur menghijau jelang panen; anak-anak yang ceria menggemaskan, harta yang banyak. Lengkapnya; “Masyaallah la quwwata illa biLlah”, kalimat ke-2 menegaskan lagi; tiada kemampuan mewujudkan selain atas pertolongan Allah.

Pun demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab; mereka mengucapkan “Masyaallah” pada keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.

Demikianlah pengalaman menghadiri acara Masyaikh; & membersamai beberapa yang empat ke Jogokariyan; dari Saudi, Kuwait, Syam, & Yaman.

Di antara mereka ada yang berkata, “Masyaallah” nyaris tanpa henti, kala di Air Terjun Tawangmangu, Bonbin Gembiraloka, & Gunung Merapi.

Simpulannya; “Masyaallah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta & dikehendaki oleh Allah. Demi ketepatan makna keagungan-Nya & menghindari kesalahfahaman; mari biasakan mengucap “Subhanallah” & ”MasyaaLlah” seperti seharusnya.

Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli insyaallah lebih tepat & bermakna. Tercontoh; orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki. Misalnya dengan kalimat; “Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya; ”Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan? Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!” ;D

Jadi, mari belajar tanpa henti & tak usah memaki 😉
Yuk kita belajar menggunakan kata subhanallah dan masya Allah dengan benar, sering salah memang penggunaannya, bahkan seorang ustadz ternama sekalipun masih seringkali salah dalam penempatan penggunaan kalimat subhanallah dan masya Allah ini.

Tapi kebenaran itu hanya ada 1, dan ia bisa diperoleh hanya dengan 2 hal yaitu akal yang cerdas dan hati nurani yang bersih, semoga kita salah satunya yah .

*Repost from FB Oki Setiana Dewi. Moga bermanfaat 🙂

Iklan

Malu pada-Nya

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in Mughraqa

Sahabat, kali ini perkataan Fudhail bin ‘iyadh sangat menampar diri. Renungkanlah dalam-dalam, bahwa Allah tak pernah meminta banyak dari diri kita. Ia hanya meminta sedikit waktu kita untuk menyapa-Nya. Sementara kita hampir setiap saat menuntut ini, menuntut itu, meminta ini, meminta itu kepada-Nya. Sungguh betapa seringnya kita lalai dalam beribadah kepada-Nya.

Sahabat, coba tengok sholat kita. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam setiap kali sholat? Hanya beberapa menit kan? Tetapi mengapa hal tersebut begitu sulit dilakukan bagi sebagian orang. Bahkan waktu  bersama gadget kesayangan, menonton acara di televisi kesukaan, hang out bersama teman-teman, jauh mengalahkan panggilan Allah agar kita mau beribadah pada-Nya.

Sahabat, sesungguhnya Allah pun hanya meminta kita untuk menyempatkan waktu dalam membaca ayat suci-Nya. Tetapi apa? Bahkan kitapun tak pernah punya banyak waktu untuk meluangkan diri  membacanya. Kita lebih sibuk membaca buku-buku novel terbaru, sibuk membaca berita-berita menarik dengan gadget canggih kita, sibuk membaca guyonan-guyonan yang tak bermanfaat.

Sahabat, sesungguhnya Allah hanya meminta agar setiap kelebihan rezeki yang kita miliki, mampu kita bagi kepada sesama. Tetapi, betapa pelitnya kita saat rezeki itu ada di tangan. Kita malah lebih tertarik menggunakannnya untuk membelanjakan barang-barang terbaru, atau bahkan mencemooh orang-orang yang butuh bantuan sebagai orang yang malas. Padahal harta yang kita miliki adalah kepunyaan Allah. Sangat mudah bagi-Nya untuk mengambil kembali setiap rezeki yang sudah dititipkan-Nya pada kita.

Sahabat, sesungguhnya Allah hanya meminta agar kita memiliki sifat-sifat terpuji. Namun apa daya, seiring dengan beringasnya zaman, akhlaq-akhlaq terpuji kian terkikis. Betapa mudahnya bagi sebagian orang mengumbar kata-kata busuk, kata-kata yang tak pantas didengar. Betapa mudahnya kebohongan merajalela di bumi. Betapa mudahnya kemarahan menjadi raja dari angkuhnya raga. Betapa mudahnya nafsu dunia mengendalikan jiwa, sehingga menjauhkan pemiliknya dari akhlaq mulia.

Sahabat, benarlah betapa tak tau dirinya kita. Seberapa sering kita merasa bahwa ibadah yang telah dilakukan ini, sudah sangat banyak, sudah sangat baik, sudah berkualitas. Tapi, ah.. Siapa yang tau bahwa amal kita sempurna? Hanya Allah Yang Maha Tau beserta malaikat-Nya yang telah mencatat rapi segala amal kita tanpa tertinggal. Ya, ibadah yang kita lakukan ternyata bercacat, ternyata penuh dengan cela. Tanya kepada diri, sudahkah setiap ibadah yang kita lakukan murni diniatkan hanya karena-Nya? Sudahkah caranya benar sesuai dengan tuntunan-Nya dan sunnah dari nabi-Nya. Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan? Mungkin sebagian kita akan banyak menjawab, “Belum, Ya Allah.” Astaghfirullahal ‘adzhiim.

Ingatlah sahabat.. Jika Allah murka, atau jika Allah menghendaki keburukan bagi manusia yang selalu melukai-Nya, sungguh mudah bagi-Nya menghancurkan mereka tanpa sisa. Namun Allah Yang Maha Baik, tidak peduli atas semua perlakuan buruk kita terhadap-Nya. Dia tetap memberikan kita berjuta rahmat, berjuta karunia, dan berjuta kebahagiaan lainnya. Apakah yang sudah kita berikan kepada Allah? Sungguh tak sebanding dengan karunia-Nya. Malu, sungguh malu. Beruntunglah orang-orang yang masih memiliki rasa malu kepada-Nya, karena itu tanda bahwa di hatinya masih memiliki keimanan. Dan keimanan itulah yang kan menuntunnya untuk terus memperbaiki diri.

“Yang selalu membuatku malu pada Allah adalah, amalku bercacat, ibadahku berpenyakit, tapi karunia-Nya selalu sempurna.” (Fudhail bin ‘iyadh)

Subhanallah, mari tengok kembali kepada diri. Sudahkah kita memiliki rasa malu kepada-Nya? Malu akan segala amal ibadah kita yang tak sebanding akan karunia-Nya yang begitu melimpah ruah. Faghfirlanaa Ya Allah :’).

(Najmthree)

(Menampar diri yang penuh khilaf pada-Nya T_T )

Kultweet Keren “Jadilah Jomblo Mulia”

Ini adalah kultweet keren yang ditulis oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri). Sayang sekali untuk dilewatkan bagi para jomblowan/jomblowati, maka saya coba abadikan saja tulisan ini di blog.

Jadilah jomblo mulia 2

1| Impian anak muda setelah lulus studi biasanya adalah segera nikah. Punya pasangan yg sah. Merasakan surga dunia. Itu kata mereka

2| Entah bagaimana ceritanya. Pembahasan nikah saat ini menjadi isu yg begitu populer terutama bagi anak muda yg tak setuju dgn pacaran.

3| Mereka memang tidak pacaran. Tapi saat orientasi pikiran hanya tertuju kpd nikah, tak sadarkah bahwa bnyak amal lain yg terabaikan?

4| Banyak yg merasa malu jika umur sudah mapan, belum juga dapat pasangan. Akibatnya nikah kayak kejar setoran. Amal lain ditelantarkan.

5| Tak salah jika kebelet nikah. Itu normal. Namun, jangan sampai orientasi hidup utk ibadah jd lalai. Seolah jika tak nikah hidup sudah slesai

6| Banyak akhirnya jomblo yg tersandera. Blm mampu nikah namun amal lain tak ada. Pikiran diarahkan tuk buat rencana agar nikah segera

7| Beruntunglah Jomblo yg sadar diri. Bhw nikah adlh jln tuk dekati ilahi. Jika blm dpt pasangan sibukkan diri dg amal silih berganti

8. Usia muda adalah puncak segala energi. Justru ia pakai utk sebanyak2nya mengabdi kpd Ilahi. Jangan sampai tak brdakwah krn sibuk cari istri

9| Jomblo mulia punya agenda kesibukan yg padat. Berpindah dari amal yg satu ke amal lain. Tak nganggur. Maka tak ada kata galau berjamur

10| Ia tau nikah adalah setengah agama. Tapi ia juga paham, bahwa sibuk dlm amal yg lain bagian setengah agama yg lainnya.

11| Ia pahami nikah ibarat makan siang. Akan datang jadwalnya. Sambil nunggu jadwal datang maka ia bekerja. Tiba2 hidangan tersedia.

12| Perhatikan bagaimana pasien RS. Dari pagi sudah tanya tentang jatah makan siang. Tersebab mereka tak punya kesibukan. Terkapar di ranjang.

13| Jomblo yg nganggur selalu bertanya kapan ia nikah. Untuk apa? Untuk ibadah, katanya. Kalau begitu kenapa tidak banyak tilawah. Ibadah juga kan?

14| Kadang kalau jujur, urusan nikah lebih banyak masalah gengsi. Menjadi jomblo dianggap gak laku. Gak mutu. Nikah jadi diburu

15| Padahal sejarah banyak mencatat jomblo2 bermutu. Namanya abadi krn sibuk dlm amal tak kenal henti. Surga pun menanti.

16| Ibnu Taimiyah contoh Jomblo Mulia. Tak sempat nikah. Namun ia adalah mutiara ilmu bagi banyak ulama. Pahala mengalir deras baginya

17| Begitu pula dgn imam nawawi. Gelarnya muhyiddin ‘yg menghidupkan agama’. Jomblo mulia yg banyak keluarkan banyak buku dan segudang karya

18| Masih banyak contoh lain. Tak inginkah para jomblo mengikuti jejak mereka? Banyak sibuk. Tak ada waktu untuk galau dan gelisah.

19| Sesekali galau silahkan. Tapi Jomblo yg selalu galau adalah jomblo pecundang. Di dunia tak berarti, di akherat rugi. Mau?

20| Jomblo bukan dosa. Yg dosa kalau meratapi nasib dan putus asa. Gagal ukir prestasi saat sedang di puncak energi. Umur terbuang sia2

21| Setan mendekat kepada jomblo yg nganggur. Digiring kepada rasa penyesalan akan taqdir. Sesekali setan ajak tamasya pkirannya tentang pasangan.

22| Allah siapkan kejutan spesial utk jomblo mulia. Yg sibukkan diri dlm amal nyata. Tak dapat pasangan didunia, di akherat kan bersanding dengan kekasih yang ia suka

23| Rasul berkata : Di surga tak ada yg jomblo (lajang). Ini hadits shahih dari Imam Muslim. Cukuplah hadits ini jadi hiburan

24| Dari sekarang mulai mencatat. Amal apa yg belum dikerjakan. Segera lakukan. Doa utk nikah, terus panjatkan. Namun tetap dlm kesibukan.

25| Ingat, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu tersedia. Mumpung belum direpotkan dgn urusan rmh tangga, banyak-banyakin amal yg lainnya

26| Kelak saat jodoh datang, merasa tak ada amal yg terutang. Semua amal sdh dikerjakan. Berlanjut dlm amal lain yg lebih menantang.

27| Tiap-tiap tahapan ada amalnya. Saat jomblo ada amalnya. Saat menikah ada amalnya. Hidupnya berpindah dari amal yg satu ke amal yg lainnya

28| Yuk ah yg masih galau karena status jomblonya. Tunjukkan bahwa jomblo banyak karya. Bahkan bisa melebihi yg sudah menikah. Mau coba?

29| Demikian kultwit tentang #JULIA Perez (Jomblo Mulia Penuh Preztasi) . Semoga ada manfaat. Maaf jika tak berkenan. Silahkan dishare

*******************************************************************************************************************

Jazakallah khoyr ustadz bendri, kultweetnya keren banget. Sangat sepakat. Berharap agar ustadz bendri bisa ngisi khutbah nikah di walimahan ku nanti 🙂

Tak usah ada kata galau bagi para jomblowan/jomblowati yang yakin bahwa Allah telah siapkan pendamping terbaik bagi diri.

Mohon do’akan yang terbaik ya sahabat, agar Allah mudahkan segala urusan kita semua dalam menggenapkan separuh dien ini.

Baarokallahu fiik

(najmthree)

Kultweet #JustAllah, Semoga bermanfaat..

Kultweet #JustAllah, Semoga Bermanfaat untuk semua sahabat..

just allah

01. Terkadang manusia hanya berfokus pada penilaian baik di mata manusia, namun lupa berfokus pada penilaian baik di mata Allah. #JustAllah

02. Abaikanlah penilaian di mata manusia, berfokuslah pada penilaian di mata Allah #JustAllah

03. Tak usah banyak cari muka di hadapan manusia, tapi bersemangatlah tuk cari muka di hadapan Allah #JustAllah

04. Jika dirimu baik di hadapan Allah, maka insyaallah Dia kan membuat dirimu baik di hadapan manusia #JustAllah

05. Tidak apa kita tidak berharga di hadapan manusia, yang terpenting kita lebih berharga di mata Allah #JustAllah

06. Tak penting memperindah topeng diri tuk dapatkan kemuliaan di hadapan manusia, yang terpenting adalah dapatkan kemuliaan dari-Nya #JustAllah

07. Jika kita telah ditinggikan derajatnya disisi Allah, insyaallah kita pun akan ditinggikan derajatnya di hadapan manusia #JustAllah

08. Bukan masalah jika tak dicintai manusia, yang terpenting adalah menjadi pribadi yang selalu dicintai-Nya #JustAllah

09. Tak perlu takut jika tak dicintai manusia, namun takutlah jika Allah tak mencintai kita #JustAllah

10. Bukan masalah jika kita tak pernah dilihat oleh manusia, karena yang terpenting adalah jika diri kita selalu dilihat oleh-Nya #JustAllah

11. Bukan masalah jika karya kita tak disukai banyak manusia, karena yang terpenting adalah karya kita disukai oleh-Nya #JustAllah

12. Berharap pada manusia siap-siap kecewa, namun jika berharap pada-Nya tidak akan dikecewakan dan bersiaplah tuk bahagia #JustAllah

13. Mengadu dan berkeluh kesah pada manusia tak menjamin ada jalan keluar, tapi jika mengadu dan berkeluh kesah hanya pada-Nya, pasti selalu ada jalan keluar #JustAllah

14. Meminta pada manusia belum tentu akan diberikan, namun jika meminta hanya pada Allah, pasti akan dikabulkan #JustAllah

15. Curhat pada manusia belum tentu sepenuhnya didengar, namun jika curhat pada Allah pasti akan didengar #JustAllah

16. Usahlah bersedih jika kebaikan kita tak berbalas manis dari manusia, karena yang terpenting adalah sebaik-baik balasan dari-Nya #JustAllah

17. Manusia sulit memaafkan, sementara Allah selalu menjadi Yang Maha Pemaaf. Dia mengampunkan seperti apapun kesalahan2 manusia #JustAllah

18. Mengingat manusia tak selalu mendatangkan kedamaian, namun jika mengingat Allah pasti mendatangkan ketenangan #JustAllah

19. Arahan dari manusia belum tentu tepat dan dapat saja salah, namun arahan dari Allah dijamin benar dan pasti tidak akan salah #JustAllah

20. Manusia sering tak tepati janji, namun Allah tak pernah ingkari janji #JustAllah

21. Merugilah orang-orang yang melakukan segala sesuatu bukan karena-Nya. Takutlah jika apa yang telah dilakukan tak bernilai dimata-Nya #JustAllah

22. Maka lakukanlah segala hal hanya karena Allah semata, agar Dia catatkan segala amal kita bernilai di mata-Nya. #JustAllah

23. Dimulai dari luruskan serta perbaiki segala niat kita hanya karena Allah semata, di awal, di tengah, dan di akhir. #JustAllah

24. Smoga Allah catatkan sgala amal-amal kita bernilai di mata-Nya. aamiin. Mari semangat tuk kembali luruskan niat kita, wahai sahabat! #JustAllah

25. Karena Allah, teruslah sebar berjuta kilau cahaya-Nya kepada sesama. Semoga menjadi jalan kita bertemu di jannah-Nya. Aamiin #JustAllah

From Twitter : @ShiningMuslimah
Yuk ikutan follow..

Sahabat, Just Reminder> Allah dulu, Allah terus, Allah lagi. Semoga berkenan 🙂 silahkan di share kepada yang lain. Moga manfaat..

(COPAST) Renungan Buat Ikhwan-Akhwat yang Berta’aruf di Dunia Maya

“Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.

Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.

Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.

Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.

Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.

Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati. Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya, berikut ini petikan obrolannya:

“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.

“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.

“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.

Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit, maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab.

“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”

Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”

….Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya….

Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.

Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.

Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya……a’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah ajarkan.
Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!

Muslimah itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.

….Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?….

Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan? Jagalah izzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.

Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.

Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.

Wahai Ikhwan,

Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.

….luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis….

Wahai ikhwan, luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis.
Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!

Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan meredahkanmu. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.

Duhai akhwat, terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?

Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya, waspadalah, karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.

….berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram….

Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.

Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah. [Yulianna PS/voa-islam.com]

*Semoga bermanfaat… 🙂