UNTAI DO’A

Bismillah, najmthree kembali berbagi melalui tulisan. Tulisan ini merupakan salah satu hikmah yang awalnya ingin berbagi lewat sebuah buku terbaru mengenai hikmah dari ibadah karya mas Ahmad Rifa’i Rif’an sehingga judul tulisan ini adalah Untai Do’a. Namun ternyata masuknya tulisan ini belum menjadi rezeki najmthree. Semoga tulisan ini mampu menginspirasi sahabat tuk terus semangat meraih impian. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin! Selamat menyimak 🙂

Gambar

Melanjutkan studi ke jenjang berikutnya adalah impian setiap manusia, namun apalah daya ketika harapan untuk bercita-cita pun terbentur dengan kendala.  Seharusnya tidak ada sedikitpun ruang untuk mundur, yang ada hanyalah pilihan untuk terus maju dan tetap bertahan walau badai tak henti menerpa. Ya, begitulah kisah ini mampu bertutur untuk membagi sedikit memori agar menjadi hikmah yang menginspirasi.

Saya adalah sarjana farmasi dari universitas islam negeri di Jakarta. Alhamdulillah, tahun 2011 berhasil menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan. Harapan untuk melanjutkan perkuliahan pada program profesi apoteker sudah terbayang-bayang di depan mata. Karena bagi saya, seorang sarjana farmasi tidak akan lengkap tanpa menjadi apoteker sama halnya dengan sarjana kedokteran yang tak lengkap tanpa menjadi dokter, dan sarjana keperawatan yang tak lengkap tanpa menjadi perawat.

Untuk menjadi seorang apoteker, saya harus melanjutkan studi di universitas lain karena di tempat saya berkuliah belum menyediakan program profesi apoteker. Justru itu kesempatan baik, agar saya dapat menjadi kaya akan ragam bahasa ilmu yang diajarkan di universitas lain. Seusai kelulusan, saya sangat berharap dapat mengikuti ujian masuk apoteker UI namun singkat cerita saya tidak jadi mengambil pilihan untuk kuliah di UI karena saya masih fokus bekerja di apotek sebuah rumah sakit swasta.

Setelah resign dari pekerjaan, saya mencari informasi pendaftaran apoteker di manapun. Satu-satunya universitas negeri yang waktu pendaftarannya tepat dan terdekat dari Jakarta adalah ITB. Ya Allah, kala itu saya sangat ngeri membayangkan apakah saya mampu masuk ke ITB. Kata orang, ujian masuk apotekernya saja sangat sulit, banyak sekali yang berguguran, dan tidak diterima masuk program studi apoteker ITB. Belum lagi perkuliahan yang cukup padat, dan di ujian akhir kelulusan apoteker konon mengerikan karena dilaksanakan dalam beberapa tahap, serta akan diuji 9 dosen dari berbagai bidang farmasi dan praktisi. Ucapan yang paling dikenal dikalangan teman-teman saya, “Wah kalau ITB mah, susah masuk susah keluar!.” Jleb banget.

Saya tidak peduli apapun kata orang, justru itu adalah sebuah tantangan bagi diri saya untuk buktikan bahwa saya mampu. Semangat saya menggebu-gebu sekali untuk masuk ke ITB, ditambah dengan dukungan ayah tercinta. Nyatanya perjalanan menggapai impian tak selamanya mulus karena selalu akan ada badai yang menghembus. Ibu yang saya cinta, tak mendukung impian saya untuk melanjutkan kuliah apoteker dengan segera karena ibu menginginkan saya untuk bekerja dahulu di tengah kondisi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan keuangan.

Ibu saya mengatakan sesuatu yang membuat saya pilu, “Kamu jangan mimpi deh sekarang, nanti saja kuliahnya. Adik kamu juga kan baru mau masuk kuliah. Gantian lah dulu. Masa adikmu tidak kuliah.”

Saya berkata, “Ya Allah, ibu. Insyaallah adik tetap akan kuliah. Saya akan usaha supaya bisa tetap lanjut apoteker, entah mungkin dengan mencari beasiswa, intinya saya tetap akan lanjut. Hanya setahun kan kuliahnya, saya mohon sedikit bersabar untuk kesuksesan anakmu ini ibu. Allah itu Maha Kaya.. ”

Seminggu menjelang ujian masuk apoteker ITB ikhtiar saya dirasa belum masksimal, bahkan saya masih disibukkan dengan urusan da’wah kampus. Namun saya tak kan pernah lupa bahwa do’a-do’a yang saya lantunkan begitu gencar di setiap sholat wajib dan sunnah. Untai deras air mata pun berpadu menambah syahdu suasana kemesraan bersama Allah. Saya selalu panjatkan do’a yang tak putus, agar Allah berikan hasil terbaik apakah saya akan diterima di ITB atau tidak.

Do’a, ia begitu indah dan mudah di ucap. Ia selalu mampu menjadi penguat jiwa, pelebur dosa, dan pelipur lara. Ada banyak do’a yang begitu mempesona, saat itu untai do’a yang mengalun indah bersama lirih air mata kesungguhan selalu menemani seusai aktivitas sholat saya.

 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam perkara ini, dan aku memohon kepada-Mu tekad kuat yang lurus, dan aku memohon kepada-Mu untuk bisa mensyukuri nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik. Dan aku memohon kepada-Mu lisan yang jujur, dan hati yang selamat. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang engkau ketahui, dan aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Maha mengetahui segala yang ghaib.” (HR. At-Tirmidzi (3329), An-Nasa’i (1287), dan Ahmad (16491)).

Hari ujian masuk apoteker ITB telah tiba, namun setelah selesai ujian saya merasa amat pesimis karena ada banyak soal yang tak yakin dijawab. Saya tawakkal pada Allah, biarlah Allah memberi keputusan terbaik. Dua minggu kemudian, hasil ujian diumumkan. Dari 49 peserta yang mengikuti ujian masuk yang lolos hanya 9 orang, dan salah satu diantara sembilan orang itu adalah saya, subhanallah wal hamdulillah, allahu akbar.

Diri ini kembali terngiang pada sepotong untaian do’a yang berulang-ulang pernah terucap, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebahagiaan dalam qodho’, kedudukan sebagai syuhada’, kehidupan yang bahagia, dan kemenangan atas musuh. Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan kebutuhanku kepada-Mu sekalipun nalarku tidak sampai dan amalku sedikit, aku membutuhkan rahmat-Mu.”(HR. At-Tirmidzi (3341), dan Ath-Thabarani (Al-Kabir/10520).

Jelas sekali tergambar dalam untai do’a tersebut bahwa kita sangat bergantung kepada Allah. Kita harus menyerahkan segala keputusan terbaik pada-Nya, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan segala pinta dengan rahmat-Nya meski nalar kita tidak sampai dan amal kita begitu sedikit. Subhanallah, sungguh, kabar kelulusan saya diantara sekian banyak peserta merupakan sebuah kabar terindah, membuat bahagia hati sungguh membuncah. Ah, kalau bukan karena kebaikan Allah mungkin saya tidak akan berdiri disini. Alhamdulillah, do’a-do’a yang melangit itu, mampu mengantarkan saya mewujudkan salah satu pelangi impian.

Permasalahan baru kembali muncul, bagaimana dengan biaya kuliah? 12 juta di semester pertama sudah harus terbayar dalam waktu 1 minggu. Lagi-lagi, Allah begitu baik pada saya. Allah menitipkan kemudahan itu melalui abang saya yang mendapatkan rezeki di awal usahanya pas sebesar 12 juta dan langsung dikirimkan ke rekening saya. Allahu akbar, bulir air mata ini tak mampu terbendung. Allah kabulkan segala pinta dengan begitu indah, karena Dia tahu ini adalah jalan yang tepat menuju ridho-Nya dalam meraih ilmu.

Saudaraku, teruslah berdo’a karena do’a adalah perintah-Nya, dan menjadi sarana terkabulnya pinta. Janganlah lupa bahwa sebaik-baik do’a tak kan sempurna tanpa diiringi kesungguhan ikhtiar dan diakhiri dengan keindahan tawakkal pada-Nya.

Yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang tak mungkin untuk diwujudkan karena hal itu mudah bagi Allah. Berdo’alah, memohonlah pada-Nya agar ia kuatkan kakimu melangkah menuju ikhtiar terbaik dan hasil terbaik, serta lihatlah betapa indahnya cara Allah mengabulkan segala impian dan harapanmu.

*Saat ini saya masih menempuh indahnya perjuangan menuntut ilmu, mohon do’a agar Allah mudahkan jalan ini menapaki jalan menuju syurga-Nya melalui ilmu. dan Semoga sahabat, Allah mudahkan dalam mencapai segala impian. aamiin

*Najmthree*

(Bandung, 9 Desember 2012)

Iklan

“Aku adalah Aku”, bersinarlah dengan caramu..

Dimuat pada http://www.fimadani.com

Pernahkah kamu merasa iri dengan kesuksesan, kehebatan, ketenaran, dan segudang kelebihan lain yang dimiliki orang-orang yang kamu ketahui? Dan tanpa sadar kamu begitu silau dengan kelebihannya, begitu senang mengetahui aktivitasnya yang penuh dengan inspirasi, dan kamu teramat ingin menjadi sepertinya. Kamu merasa bahwa dirimu sangat jauh dari sosoknya yang berkilau. Jika dirinya ibarat bintang yang bersinar terang, maka kamu ibarat awan hitam di langit pekat. Kamu hanya bisa mengintipnya, berharap suatu masa kan menjadi sepertinya.

Ya, mungkin banyak di antara kamu yang  pernah merasakan hal tersebut. Namun apakah yang dapat kamu lakukan? Hanya menjadi manusia yang iri dengan kelebihan-kelebihan orang lain, menjadi penonton segala kecemerlangan orang lain, atau kamu justru ingin menjadi pribadi yang juga bisa mengibarkan segala potensi positif kepada orang lain? Pilihan tersebut ada pada diri masing-masing dengan Allah sebagai penggenggamnya.

Sadarkah sahabat? Allah telah memberikanmu segudang potensi untuk dikembangkan, secerdas-cerdasnya akal untuk digunakan, seluas-luasnya ilmu untuk dipelajari, sejernih-jernihnya hati untuk diselami, sebaik-baik Agama (Islam) sebagai penuntun kehidupan. Maka tak adalagi alasan untukmu tak mau berupaya memperbaiki diri, menjemput kesuksesan dunia dan akhirat. Lihatlah ungkapan hati di bawah ini, sahabat..

“Aku adalah aku.

Aku bukan kamu, dia, atau mereka.

Aku adalah aku dengan segala kelemahan yang ada.

Aku dengan segala kelebihan yang Allah berikan.

Aku  yang berdiri tegak karena curahan cinta dan kasih sayang-Nya yang melimpah ruah.

Maka Aku, adalah aku yang kan bersinar terang dengan jalanku tuk menyinari sekitar karena-Nya.”

Mungkin kamu masih iri karena melihatnya di luar sana semakin berkilauan, sementara dirimu masih merangkak menuju langit cita dan cinta. Aku, kamu, dia, dan mereka sudah Allah berikan alur hidupnya masing-masing. Tak usah berkecil hati jika saat ini kamu belum sesukses, secemerlang, sebaik ia yang telah lebih dahulu menjemputnya. Tak salah jika kamu mengaguminya, tetapi jangan sampai membuatmu lupa diri. Justru yang harus kamu lakukan adalah banyaklah belajar darinya, ambilah energi positif darinya, dan terapkanlah energi itu dengan caramu sendiri.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. An-Nisaa’ : 32)

Kembangkanlah potensi yang kamu miliki dari segi apapun, entah itu dari segi pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga sesuai kesanggupanmu. Berjuanglah sungguh-sungguh untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik di mata Allah. Tak usahlah risau jika tak ada manusia yang memujimu, mendukungmu, melihatmu. Karena yang kau butuhkan hanya penilaian di mata-Nya. Penilaian yang lebih hakiki sebagai penentuan berguna atau tidaknya sesuatu yang telah kau usahakan itu.

Yakinlah, dirimu akan selalu punya tempat di hati segenap manusia dengan sinarmu yang unik. Yakinlah bahwa dirimu akan mampu menjadi secemerlang dirinya ataupun bahkan lebih dari itu. Percayalah bahwa “Aku adalah Aku. Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku adalah Aku yang kan bersinar terang dengan jalanku tuk menyinari sekitar karena-Nya.” Just be your self, bersinarlah dengan caramu sendiri..

(Najmthree_3 Feb 12)

(Mari terus bersyukur :))

Luapan Hati di Perjalanan ini

Segenap suka duka mewarnai jalan panjang dalam menyusuri hiruk pikuk penelitian untuk memenuhi tugas akhir ini. Usaha apapun telah sekuat tenaga diri perjuangkan untuk menggapainya sesuai dengan rencana-rencana indah yang telah disusun, bahkan sampai berkali-kali merubah ulang segala rencana-rencana itu. Berat, sangat berat, terlalu banyak waktunya tersita, terlalu banyak amanah yang  terkorbankan, terlalu berat jiwa, raga, pikiran, dan juga finansial yang terkuras. Harapan diri sungguh besar dalam mengarungi ini. Harapan yang selalu dibangun untuk bersemangat meraih ridho-Nya melalui jalan ini, jalan para penuntut ilmu.

Sungguh, perjalanan ini teramat melelahkan tetapi juga begitu indah, begitu banyak pelajaran yang takkan pernah diri lupakan. Tangisan seringkali mewarnai perjalanan ini, walau seolah diri terlihat tegar. Bahkan hampir diakhir perjalanan ini, ia tak kunjung bersahabat. Ia terus saja menguji kesungguhan dan kesabaran dalam mengarungi titian ilmu itu sampai rasanya diri tak lagi sanggup membendungnya. Ya, apa daya harapan tidaklah seperti yang diinginkan. Ia berjalan diluar nalar diri. Ia berjalan memainkan skenarionya tanpa disadari.

Di titik ini, hamba berpasrah pada-Mu. Di titik ini, hamba terus berusaha meyakinkan diri untuk memahami keinginan-Mu, memahami aturan-Mu. Di titik ini, hamba serahkan semua keputusan terbaik dari-Mu sembari hamba terus berikhtiar. Hanya kuasa-Mu lah yang akan merubah semuanya, hanya atas izin-Mu lah semua itu akan terwujud ditengah-tengah kebimbangan perjalanan panjang ini. Terus kuatkanlah tubuh yang rapuh dan lemah ini, Ya Alloh…

Ampunilah segala kesalahan, dan kebodohan yang sering diri lakukan. Ampuni sekiranya diri terkesan tidak ikhlas, diri hanya sedikit berkeluh sambil terus meluruskan kembali rona-rona keikhlasan yang harusnya selalu menghiasi jiwa-jiwa setiap manusia. Mungkin terlalu banyak kelalaian, dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan, sehingga perjalanan ini tak kunjung mulus.. Astagfirullohal’adzhiim…

Ya Alloh, Teruslah buat ia bersinar walaupun ia hampir kehabisan energi untuk berpendar..Buatlah ia tegar, ditengah badai perjalanan menuntut ilmu sebagai jembatannya menuju syurga-Mu itu Ya Alloh… Dengarkanlah do’anya, Usaplah wajah beningnya yang dibanjiri tetes deras air syahdu.. Dekap eratlah ia.. Saat ini dan sampai kapanpun, hanya diri-Mulah penenang hatinya. Hanya diri-Mulah tempat ia bersandar.. Hanya diri-Mulah penyejuk hatinya.. Bantulah ia untuk terus bangkit, bersemangat, dan tak kenal kata menyerah.. Buat ia selalu yakin, “tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh” dan juga untuk selalu lapang menerima segala keputusan terbaik dari-Mu.. aamiin..

Perjalanan ini, akan indah pada waktunya. Ia akan menjadi kenangan tak ternilai, karena ia telah menempa sebutir pasir menjadi sebuah mutiara indah yang bermanfaat untuk sekitarnya..Yakinlah…Berprasangka baiklah pada-Nya.. DIA begitu mencintamu… Mari kembali bangkit untuk melangkah pasti menggapai cita-cita mulia itu……. 🙂

“Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”                       (Q.S. Al-Mujaadilah : 11)

-18/9/11-

(najmthree)

 (Luapan tak terbendung)

Farmasis Masuk Bangsal? Why Not?…

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Anehkah jika mahasiswa farmasi, yang masih S1 dan belum lulus pula harus ikut ke bangsal pasien? Tau kan bangsal? Itu lho, kamar-kamar pasien yang ada nama ruangannya..  Anehkah jika mahasiswa S1 farmasi beredar di rumah sakit, duduk bersama para dokter Co. Ass, dokter ruangan, perawat-perawat, dan sama-sama kunjungan (visit) ke pasien. Berdiskusi dengan apoteker penanggung jawab di bangsal, berdiskusi dengan dokter juga perawat mengenai pengobatan pasien tersebut. Dan diluar bangsal pun farmasi menyiapkan bahan untuk melakukan penyuluhan mengenai penyakit dan obat-obatan ke pasien disana. Itulah yang saya rasakan selama 2 minggu ini PKL di RSUD tangerang dan akan saya jalani selama 5 minggu ini. 🙂

Kegiatan praktik RS atau PKL bagi mahasiswa S1 farmasi memang hanya ada di UIN Jakarta, kenapa dibilang seperti itu karena kegiatan ini seharusnya hanya dilakukan pada saat mahasiswa lulusan S1 farmasi melanjutkan program profesi Apoteker. Kegiatan PKL ini sebagai syarat untuk memenuhi nilai Praktik RS semester 7 yang juga diberi bobot 2 sks. Tentunya kegiatan ini akan sangat seruuu.. Kegiatan ini mirip dengan kegiatan akhir dari mahasiswa program profesi Apoteker, yaitu PKPA ( Praktik kerja profesi apoteker) walaupun tidak sama persis karena kami lebih banyak bergelut di bangsal pasien ketimbang di apotek atau gudang obat.

Makanya dalam kegiatan PKL ini, farmasi UIN jakarta hanya baru bekerjasama dengan dua RS Pemerintah, yaitu RSUD Tangerang dan RS. Fatmawati. Karena kebanyakan RS belum menerima adanya banyak farmasis di bangsal pasien. Apoteker yang ada di RS pun jumlahnya terbatas. Di RSUD Tangerang sendiri hanya ada 12 orang apoteker dari begitu banyaknya pasien. Seharusnya seperti yang telah saya saya ketahui bahwa perbandingan antara farmasis dan pasien itu adalah 1 apoteker banding 13 pasien. Di luar negeri, untuk yang telah menjalankan prinsip pharmaceutical care ke pasien sudah menerapkan seperti itu..

Selama ini yang orang tau bahwa apoteker itu adanya ya di apotek, ngurusin obat, ngejelasin cara penggunaan obat ke pasien. Pokoknya hanya di belakang layar lah. Sedangkan yang show up ke pasien itu ya dokter, juga beberapa perawat yang selalu stand by ngurusin pasien dengan kebutuhan yang berkaitan dengan perawatannya.

Padahal ternyata apoteker atau farmasis itu juga dibutuhkan di bangsal, makanya ada juga yang namanya visit apoteker, bukan dokter aja yang visit ke pasien.. Visit  apoteker yaitu untuk mengetahui regimen terapi obat, misalnya apakah dosisnya tepat, indikasinya tepat, penderitanya tepat, pemberiannya juga tepat, dan yang tidak kalah penting untuk mengetahui apakah ada efek samping obat atau tidak atau biasa dibilang waspada ESO (efek samping obat), apakah pasien ada alergi obat, apakah obat-obatannya selalu ditebus pasien. Walaupun terkadang data-data tersebut ada di status pasien (buku riwayat pengobatan pasien), tapi tetep aja biar semuanya jelas apoteker juga kudu visit langsung. Itulah hal paling seru yang bisa saya rasakan yaitu berkomunikasi langsung dengan pasien, bahkan mereka sampai curhat segala..Tak apa lah, insyaalloh mereka akan merasa terbantu dengan adanya komunikasi itu.. :mrgreen:

Selain itu apoteker dapat mengkaji apakah ada interaksi antar obat satu dengan obat yang lain, apoteker juga lah yang seharusnya menyiapkan dan mencampur obat-obatan suntik di bangsal pasien itu, dan diberikan ke perawat untuk dapat disuntikkan ke pasien. Kenyataannya yang kita lihat adalah perawat yang mencampurkan obat tersebut di bangsal, tidak dalam ruangan steril. Hal itu dikarenakan tenaga farmasis memang tidak dipersiapkan sebanyak itu di bangsal, sangat terbatas dan memang fasilitas yang ada saat ini di RS kebanyakan belum mendukung untuk berjalannya pencampuran obat di bangsal secara aseptis yagn dilakukan oleh apoteker. Menyiapkan obat-obatan kanker dalam ruangan khusus pun merupakan kerjaannya apoteker nih..Dan beberapa kerjaan lain yang tidak saya sebutkan.. Pokoknya kerjaan apoteker di RS tuh ternyata banyak.. 😀

Tentunya banyak hal yang saya dapatkan mengenai perlunya farmasis masuk bangsal, sehingga terjadi sinergisitas lintas profesi antara dokter, apoteker, dan perawat. Sehingga berdampak pada kemajuan dalam pengobatan pasien karena adanya kerjasama itu. Semuanya jadi sama-sama di untungkan, karena dengan berjamaah pekerjaan akan lebih ringan, setuju ya? Semoga segala aktivitas, dalam profesi apapun yang kita jalani saat ini dapat memberikan manfaat yang besar untuk ummat.. aamiin.. Jadi semuanya udah tau kan? Farmasis masuk bangsal? Why Not ?..

Najm_Three

( Calon Apoteker , Always Keep Spirit  )

 

Nikmat-Nya untukku @ 2010/1431 H

Bismillahirrohmaanirrohiim..Kubuka kembali pengobat kerinduan pada untaian kata demi kata yang kurangkai dengan jari-jemariku..Ya Alloh, Kangen banget nulis lagi.. 🙂

Tak terasa sudah berada di tahun 1432 H yang baru saja berganti dan juga pada pergantian tahun masehi menjadi tahun 2011..Segala suka, duka, warna-warni, pasang-surut mewarnai indahnya pembelajaran di tahun 1431 H atau tahun 2010..

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.  Ar-rohman: 16)

Hanya ingin mengingat kembali segala hal-hal yang memberikan kesan mendalam di tahun 2010..betapa luar biasanya pengalaman-pengalaman tersebut, betapa diri ini semakin menyadari begitu banyak nikmat yang Alloh berikan..betapa banyak hikmah dan kisah inspiratif yang bisa menjadi penyemangat diri ini dalam melangkah.. (maaph yee klo agak2 curhat dikit..hehe)..

Hmm, beberapa hal yang ditulis disini ada yang merupakan bagian dari mimpi-mimpi yang kutulis di my dream book..Alhamdulillah, Alloh mengabulkan beberapa diantaranya

🙂  Januari itu, senangnya bisa mendapat job pertama menjadi moderator talkshow muslimah dengan bintang tamu Oki setiana dewi..aq mendapat pengalaman sehari bersama beliau dengan segudang kisah inspiratifnya, dan tulisanku tentang pengalaman bertemu dengan beliau alhamdulillah sering menjadi tulisan yang paling bersinar di WPku dan dari situ jugalah banyak hikmah yang tak terduga karena sampai sekarang diantara para pembacanya bisa menjalin silaturahim denganku..

Salah satu diantaranya adalah farah dian yuna dari Al-azhar cairo yang pas film KCB baru keluar, kita sdh berkenalan karena bliau merupakan mahasiswa yang membantu cut mala belajar bahasa aceh utk film KCB..Baru2 ini ada juga saudari mimud yang udah nge add ym ku dan sharing2, dan juga ada mba ina dari cairo, akhwat malaysia yang kuliah disana namun keluarga berasal dari indonesia..beliau sangat perhatian sekali walaupun baru kenal..Subhanalloh yups, persaudaraan krn Alloh, walaupun cuma chat via ym, berasa deket..

Di bulan maret, Alhamdulillah LDF di Fak.Kedokteran dan Ilmu Kesehatan pun mengundang Oki Setiana Dewi yang kedua kalinya ke UIN..Mengingat di bulan januari itu masih banyak peserta yang mau dateng ke acara inspiring woman oleh Oki tapi ga bisa dateng, jadi mdh2n bisa memenuhi keingingan mereka..tapi kali ini aq bukan lagi jd MC, hehe tp jadi KeTuplak..

🙂 Mulai Februari itu, keinginan utk punya ma’isyah sendiri tercapai walaupun hanya dengan mengajar bimbel yang fee-nya tak seberapa, Alhamdulillah banget..ditengah kesibukan menjadi mas’ulah kala itu masih bisa menyempatkan utk mengajar adik2..dan sampai saat ini insyaalloh, masih berusaha utk mengajar karena hal itu merupakan pelatihan buat diri ini sebelum bener2 terjun jadi pendidik di dunia kampus alias dosen pengennnya..

Indahnya bisa berbagi dengan adik2 yang selalu tersenyum, walaupun mereka bukan berasal dari keluarga yang mampu..yaa saat ini aq mengajar anak2 yang sekolah gratis dibiayai oleh yayasan..mereka bukan dari keluarga menengah ke atas..waktu itu sempat melihat mereka mendapat bantuan beras beberapa karung, sembako dan lain-lain, hal itu membuat mereka bahagia luar biasa..Ya alloh, aq jd malu karena terkadang diri ini sering mengeluh atas segala kekurangan..

Disela-sela kesibukan ini alhamdulillah masih Alloh berikan kesempatan utk mengajar..walaupun cuma tiap sabtu siang sampe maghrib..semoga lelah-lelah di jalan ini semakin memperbanyak tabungan amal akhirat nanti..

🙂 April itu, Seneng bisa mendapat banyak inspirasi dari sang pemimpi yang satu ini, ka Danang Ambar Prabowo..Jazakalloh khoyr ka atas motivasi berharga utk meraih mimpi-mimpi..Alhamdulillah acara yang ka2 isi, sukses, peserta membludak..Alhamdulillah dengan konsep publikasi yang brilian, walau wktu singkat tapi tetep mak nyuss acaranya..

🙂  Mei itu, luarbiasa kreatif dah..berawal diri ini dengan mba helma berdua menjadi juri lomba nasyid akhwat di UIN, dan pas banget setelah itu ada kabar bahwa ANN (asosiasi nasyid nusantara) mengadakan lomba nasyid akhwat se-Indonesia..Alhasil, erni, ka helma merekrut lah anak2 yang juara lomba nasyid itu utk ikut lomba..kita membentuk tim nasyid SIFATAIN VOICE..

yups, walau latihan dan dateline pengiriman video nasyid kami sangat mepet tp yang penting udah berusaha..hehe..meski pada akhirnya blm beruntung terpilih 3 besar..

tapi tak apa, selepas tu tiba2 dapet panggilan job tampil nasyid di acara keputrian LDK moestopo yang acaranya jg di isi sama Oki..(gubrak!) :mrgreen: ..hehe, ketemu lagi dah sama anak UIN..Senang bisa menghibur mereka..and this is the first time grup kami dapet fee yang lumayan layaknya tim nasyid yang udah professional (*lebay mode on)..Alhamdulillah banget,,,ga sia-sia jg latihan ampe malem..hihihi..kangen nasyidan lagi bareng sifatain voice..

🙂 Masih mei itu, Alhamdulillah keinginan utk bisa menghasilkan karya tulis selain skripsi tercapai..Bisa dapet kesempatan utk ikut lomba karya tulis ilmiah kesehatan mengenai bekam, lumayanlah walau hanya masuk sampai semifinal…

🙂 Juni itu, Segala puji bagi Alloh yang masih memberikan kesempatan utk berada pada usia 20 tahun..luar biasa, subhanalloh..dapet hadiah manis dari adik2 mentee tapi sebelumnya aq udah habis dikerjain dlu..waduuuh…

🙂 Juli itu, masa-masa pelimpahan amanah..Yaa, berakhir sudah diri ini menjadi mas’ulah LDF Fak.kedokteran dan ilmu kesehatan UIN Syahid JKT..semua berakhir dengan derasnya tangisan..perasaan campur aduk kala itu, krn kondisi penerus kami (mas’ul/ah) sgt mengkhawatirkan, dan lain-lain hal…Alhamdulillah, semua bisa dilalui dgn indah..benar-benar hari yang penuh dengan tangisan..

🙂 Agustus itu penuh kejutan dan hadiah tak terduga dari Alloh..keinginan utk bisa penelitian yang didapat dari proyek, tercapai…Padahal aq hanya baru merencanakan impian2 itu.. berpikir mendapat proyeknya nanti2…tapi Alloh menjawabnya dengan begitu indah, jadi alhamdulillah penawaran proyek penelitian dari BPPT itu bisa aq dan icha (teman seperjuanganku) dapatkan..

Proyek ini datang bukan kita cari sndiri, krn sebenarnya di semester 7 blm waktunya penelitian..tpi proyek ini sebagai tawaran dari dosen kami langsung yg ke mahasiswa..luar biasa, bu dosenku itu pun memang sudah berniat utk mengajakku ikt dalam proyek ini..awalnya ada 4 org, tp yang diperbolehkan hanya 2 org, jadilah hanya aq dan temanku itu..

Alhamdulillah..penelitian utk skripsi dimulai pada semester 7, ditengah perkuliahan 18 SKS..bolak-balik ciputat-serpong, atau palmerah-serpong,,ditemani kereta ac ciujung atau KRL atau bareng sama temen naik motor.. Hmm, berat banget sebenarnya, tapi seruuu…
Semoga bisa lulus lebih cepat dan dapat segera melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi  (profesi apoteker atau lanjut S2)..hmm..

Teruuuuussslah semangat najm  ^_^…Mdh2an semuanya dilancarkan Alloh..

🙂 September itu, Alhamdulillah banget bisa dapet pengalaman mengikuti olimpiade farmasi indonesia kedua, dengan bidang farmasetika..walaupun blm dapet juara apa2..tp cukup dapet pengalaman berharga..very nice..

🙂 Masih di september yang menyenangkan bisa ikut kepanitian ospek BEMF dan bertemu juga dengan adik2 Maba yang luar biasa..Alhamdulillah ads tahun ini, mantabh2…semoga mereka tetap istiqomah…

🙂 Oktober itu, Alhamdulillah keinginan utk study visit ke beberapa universitas di malaysia dan singapore tercapai..tanggal 3-7 oktober pharmacy UIN Syarifhidayatullah jakarta melaksanakan study visit ke malaysia > Universiti Teknologi Mara (UiTM), UPM (Universiti Putra Malaya), IIUM ( Internasional Islamic University Of Malaysia), dan Hospital NUS (National University Of Singapore)..Senang luar biasa..pengalaman berharga tak terlupakan..

:mrgreen:  November itu, Alhamdulillah senang bisa les TOEFL preparation utk persiapan syarat kelulusan sebelum wisuda,,krn di UIN memiliki persyaratan sebelum sidang harus sdh menyerahkan sertifikat TOEFL minimal 450, dan TOAFL (Arabic lho), haduuuh klo toafl ini mah mabok saya..kagak ngarti…

🙂 Desember ini, bisa pelan-pelan aktif bantu-bantu Lembaga Da’wah Kampus krn sebelumnya blm ada kesempatan krn berbagai kesibukan dan lain hal..

Senangnya Ya Alloh..aq merindukan masa2 itu..

🙂 Still on december, in 25th december..Unforgettable trip lg..jalan2 ke pantai tanjung kait dan ke pulau seribu (pulau laki), bersama ikhwah LDF Fak.Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

(Kakak2, adek2, abang2..)..hihihhi.. Alhamdulillah bisa merefresh sejenak dari kepenatan tugas2 kuliah, penelitian, dan skripsi2 itu)..

Finally : Inilah beberapa memori indah yang bisa kukenang terus..me-review sejenak berbagai nikmat-nikmat yang Alloh berikan,,agar kita semua senantiasa menjadi hamba-Nya yang bersyukur..sebenarnya masih banyak lagi yang dilalui setiap harinya..tapi biarlah itu tersimpan dalam memori otak yang kapasitasnya begitu besar ini..karena sejatinya manusia selalu Alloh berikan berbagai kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, namun tergantung bagaimana kita menyikapinya..Ya Alloh, jadilah kami manusia2 yang bersyukur!

yuks, sama2 mensyukuri nikmat-Nya karena kita sdh diberikan kesempatan utk berada di tahun 1432 H atau 2011 ini…

“Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Alloh benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang” (Q.S. An-Nahl : 18)

Surat cinta-Nya pas banget nih… 😉

Gimana dengan kamu? pasti itu banyak juga hal-hal indah yang kamu rasakan di tahun2 sebelumnya, yang merupakan bukti cinta-Nya padamu.. So, tetap semangat merajut benang-benang hikmah di 1432 H/2011 ini..

-Najm_Three-

(Flashback :mrgreen: )