Malu pada-Nya

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in Mughraqa

Sahabat, kali ini perkataan Fudhail bin ‘iyadh sangat menampar diri. Renungkanlah dalam-dalam, bahwa Allah tak pernah meminta banyak dari diri kita. Ia hanya meminta sedikit waktu kita untuk menyapa-Nya. Sementara kita hampir setiap saat menuntut ini, menuntut itu, meminta ini, meminta itu kepada-Nya. Sungguh betapa seringnya kita lalai dalam beribadah kepada-Nya.

Sahabat, coba tengok sholat kita. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam setiap kali sholat? Hanya beberapa menit kan? Tetapi mengapa hal tersebut begitu sulit dilakukan bagi sebagian orang. Bahkan waktu  bersama gadget kesayangan, menonton acara di televisi kesukaan, hang out bersama teman-teman, jauh mengalahkan panggilan Allah agar kita mau beribadah pada-Nya.

Sahabat, sesungguhnya Allah pun hanya meminta kita untuk menyempatkan waktu dalam membaca ayat suci-Nya. Tetapi apa? Bahkan kitapun tak pernah punya banyak waktu untuk meluangkan diri  membacanya. Kita lebih sibuk membaca buku-buku novel terbaru, sibuk membaca berita-berita menarik dengan gadget canggih kita, sibuk membaca guyonan-guyonan yang tak bermanfaat.

Sahabat, sesungguhnya Allah hanya meminta agar setiap kelebihan rezeki yang kita miliki, mampu kita bagi kepada sesama. Tetapi, betapa pelitnya kita saat rezeki itu ada di tangan. Kita malah lebih tertarik menggunakannnya untuk membelanjakan barang-barang terbaru, atau bahkan mencemooh orang-orang yang butuh bantuan sebagai orang yang malas. Padahal harta yang kita miliki adalah kepunyaan Allah. Sangat mudah bagi-Nya untuk mengambil kembali setiap rezeki yang sudah dititipkan-Nya pada kita.

Sahabat, sesungguhnya Allah hanya meminta agar kita memiliki sifat-sifat terpuji. Namun apa daya, seiring dengan beringasnya zaman, akhlaq-akhlaq terpuji kian terkikis. Betapa mudahnya bagi sebagian orang mengumbar kata-kata busuk, kata-kata yang tak pantas didengar. Betapa mudahnya kebohongan merajalela di bumi. Betapa mudahnya kemarahan menjadi raja dari angkuhnya raga. Betapa mudahnya nafsu dunia mengendalikan jiwa, sehingga menjauhkan pemiliknya dari akhlaq mulia.

Sahabat, benarlah betapa tak tau dirinya kita. Seberapa sering kita merasa bahwa ibadah yang telah dilakukan ini, sudah sangat banyak, sudah sangat baik, sudah berkualitas. Tapi, ah.. Siapa yang tau bahwa amal kita sempurna? Hanya Allah Yang Maha Tau beserta malaikat-Nya yang telah mencatat rapi segala amal kita tanpa tertinggal. Ya, ibadah yang kita lakukan ternyata bercacat, ternyata penuh dengan cela. Tanya kepada diri, sudahkah setiap ibadah yang kita lakukan murni diniatkan hanya karena-Nya? Sudahkah caranya benar sesuai dengan tuntunan-Nya dan sunnah dari nabi-Nya. Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan? Mungkin sebagian kita akan banyak menjawab, “Belum, Ya Allah.” Astaghfirullahal ‘adzhiim.

Ingatlah sahabat.. Jika Allah murka, atau jika Allah menghendaki keburukan bagi manusia yang selalu melukai-Nya, sungguh mudah bagi-Nya menghancurkan mereka tanpa sisa. Namun Allah Yang Maha Baik, tidak peduli atas semua perlakuan buruk kita terhadap-Nya. Dia tetap memberikan kita berjuta rahmat, berjuta karunia, dan berjuta kebahagiaan lainnya. Apakah yang sudah kita berikan kepada Allah? Sungguh tak sebanding dengan karunia-Nya. Malu, sungguh malu. Beruntunglah orang-orang yang masih memiliki rasa malu kepada-Nya, karena itu tanda bahwa di hatinya masih memiliki keimanan. Dan keimanan itulah yang kan menuntunnya untuk terus memperbaiki diri.

“Yang selalu membuatku malu pada Allah adalah, amalku bercacat, ibadahku berpenyakit, tapi karunia-Nya selalu sempurna.” (Fudhail bin ‘iyadh)

Subhanallah, mari tengok kembali kepada diri. Sudahkah kita memiliki rasa malu kepada-Nya? Malu akan segala amal ibadah kita yang tak sebanding akan karunia-Nya yang begitu melimpah ruah. Faghfirlanaa Ya Allah :’).

(Najmthree)

(Menampar diri yang penuh khilaf pada-Nya T_T )

Iklan

Kultweet Keren “Jadilah Jomblo Mulia”

Ini adalah kultweet keren yang ditulis oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri). Sayang sekali untuk dilewatkan bagi para jomblowan/jomblowati, maka saya coba abadikan saja tulisan ini di blog.

Jadilah jomblo mulia 2

1| Impian anak muda setelah lulus studi biasanya adalah segera nikah. Punya pasangan yg sah. Merasakan surga dunia. Itu kata mereka

2| Entah bagaimana ceritanya. Pembahasan nikah saat ini menjadi isu yg begitu populer terutama bagi anak muda yg tak setuju dgn pacaran.

3| Mereka memang tidak pacaran. Tapi saat orientasi pikiran hanya tertuju kpd nikah, tak sadarkah bahwa bnyak amal lain yg terabaikan?

4| Banyak yg merasa malu jika umur sudah mapan, belum juga dapat pasangan. Akibatnya nikah kayak kejar setoran. Amal lain ditelantarkan.

5| Tak salah jika kebelet nikah. Itu normal. Namun, jangan sampai orientasi hidup utk ibadah jd lalai. Seolah jika tak nikah hidup sudah slesai

6| Banyak akhirnya jomblo yg tersandera. Blm mampu nikah namun amal lain tak ada. Pikiran diarahkan tuk buat rencana agar nikah segera

7| Beruntunglah Jomblo yg sadar diri. Bhw nikah adlh jln tuk dekati ilahi. Jika blm dpt pasangan sibukkan diri dg amal silih berganti

8. Usia muda adalah puncak segala energi. Justru ia pakai utk sebanyak2nya mengabdi kpd Ilahi. Jangan sampai tak brdakwah krn sibuk cari istri

9| Jomblo mulia punya agenda kesibukan yg padat. Berpindah dari amal yg satu ke amal lain. Tak nganggur. Maka tak ada kata galau berjamur

10| Ia tau nikah adalah setengah agama. Tapi ia juga paham, bahwa sibuk dlm amal yg lain bagian setengah agama yg lainnya.

11| Ia pahami nikah ibarat makan siang. Akan datang jadwalnya. Sambil nunggu jadwal datang maka ia bekerja. Tiba2 hidangan tersedia.

12| Perhatikan bagaimana pasien RS. Dari pagi sudah tanya tentang jatah makan siang. Tersebab mereka tak punya kesibukan. Terkapar di ranjang.

13| Jomblo yg nganggur selalu bertanya kapan ia nikah. Untuk apa? Untuk ibadah, katanya. Kalau begitu kenapa tidak banyak tilawah. Ibadah juga kan?

14| Kadang kalau jujur, urusan nikah lebih banyak masalah gengsi. Menjadi jomblo dianggap gak laku. Gak mutu. Nikah jadi diburu

15| Padahal sejarah banyak mencatat jomblo2 bermutu. Namanya abadi krn sibuk dlm amal tak kenal henti. Surga pun menanti.

16| Ibnu Taimiyah contoh Jomblo Mulia. Tak sempat nikah. Namun ia adalah mutiara ilmu bagi banyak ulama. Pahala mengalir deras baginya

17| Begitu pula dgn imam nawawi. Gelarnya muhyiddin ‘yg menghidupkan agama’. Jomblo mulia yg banyak keluarkan banyak buku dan segudang karya

18| Masih banyak contoh lain. Tak inginkah para jomblo mengikuti jejak mereka? Banyak sibuk. Tak ada waktu untuk galau dan gelisah.

19| Sesekali galau silahkan. Tapi Jomblo yg selalu galau adalah jomblo pecundang. Di dunia tak berarti, di akherat rugi. Mau?

20| Jomblo bukan dosa. Yg dosa kalau meratapi nasib dan putus asa. Gagal ukir prestasi saat sedang di puncak energi. Umur terbuang sia2

21| Setan mendekat kepada jomblo yg nganggur. Digiring kepada rasa penyesalan akan taqdir. Sesekali setan ajak tamasya pkirannya tentang pasangan.

22| Allah siapkan kejutan spesial utk jomblo mulia. Yg sibukkan diri dlm amal nyata. Tak dapat pasangan didunia, di akherat kan bersanding dengan kekasih yang ia suka

23| Rasul berkata : Di surga tak ada yg jomblo (lajang). Ini hadits shahih dari Imam Muslim. Cukuplah hadits ini jadi hiburan

24| Dari sekarang mulai mencatat. Amal apa yg belum dikerjakan. Segera lakukan. Doa utk nikah, terus panjatkan. Namun tetap dlm kesibukan.

25| Ingat, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu tersedia. Mumpung belum direpotkan dgn urusan rmh tangga, banyak-banyakin amal yg lainnya

26| Kelak saat jodoh datang, merasa tak ada amal yg terutang. Semua amal sdh dikerjakan. Berlanjut dlm amal lain yg lebih menantang.

27| Tiap-tiap tahapan ada amalnya. Saat jomblo ada amalnya. Saat menikah ada amalnya. Hidupnya berpindah dari amal yg satu ke amal yg lainnya

28| Yuk ah yg masih galau karena status jomblonya. Tunjukkan bahwa jomblo banyak karya. Bahkan bisa melebihi yg sudah menikah. Mau coba?

29| Demikian kultwit tentang #JULIA Perez (Jomblo Mulia Penuh Preztasi) . Semoga ada manfaat. Maaf jika tak berkenan. Silahkan dishare

*******************************************************************************************************************

Jazakallah khoyr ustadz bendri, kultweetnya keren banget. Sangat sepakat. Berharap agar ustadz bendri bisa ngisi khutbah nikah di walimahan ku nanti 🙂

Tak usah ada kata galau bagi para jomblowan/jomblowati yang yakin bahwa Allah telah siapkan pendamping terbaik bagi diri.

Mohon do’akan yang terbaik ya sahabat, agar Allah mudahkan segala urusan kita semua dalam menggenapkan separuh dien ini.

Baarokallahu fiik

(najmthree)

Gambar

We are family..

We are family..

Saat ini, dimanapun kesibukan kita dalam beraktivitas, tentu kita akan bekerja sama dengan beragam karakter manusia. Baik ketika beraktivitas di sekolah, di kampus, di organisasi, di kantor, di masyarakat, dan dimanapun itu.

Ada salah satu hal yang dapat membuat kita merasa nyaman untuk bekerjasama dengan siapapun, yaitu dengan merasa bahwa mereka adalah keluarga kita. “Treat them like your own family! “

Walaupun mereka adalah orang yang baru kita kenal,
Walaupun mereka adalah orang yang sikapnya terkadang tak kita sukai, dan segudang alasan lain yang membuat kita tak bisa mengerti mereka. Sudahlah, mulailah tuk terus bersyukur akan nikmat dari-Nya dipertemukan dengan keluarga seperti mereka.

Anggaplah, dan perlakukan mereka seperti keluargamu. Maka dirimu kan bahagia. Ya, mereka adalah keluargamu. Mereka adalah kepingan-kepingan cerita yang kan mewarnai ragam kehidupanmu. Alhamdulillah.

(Najmthree)

#Teruntuk kalian semua, yang Allah izinkan kita tuk dapat bersaudara karena-Nya, menjalin kerjasama, dan terus berbagi hikmah. Semoga Allah kekalkan ukhuwah kita sampai ke syurga-Nya. You are my family 🙂

*Alhamdulillah, welcome back najmthree, my first post in 2014. Baarokallahu fiikum..