UNTAI DO’A


Bismillah, najmthree kembali berbagi melalui tulisan. Tulisan ini merupakan salah satu hikmah yang awalnya ingin berbagi lewat sebuah buku terbaru mengenai hikmah dari ibadah karya mas Ahmad Rifa’i Rif’an sehingga judul tulisan ini adalah Untai Do’a. Namun ternyata masuknya tulisan ini belum menjadi rezeki najmthree. Semoga tulisan ini mampu menginspirasi sahabat tuk terus semangat meraih impian. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin! Selamat menyimak 🙂

Gambar

Melanjutkan studi ke jenjang berikutnya adalah impian setiap manusia, namun apalah daya ketika harapan untuk bercita-cita pun terbentur dengan kendala.  Seharusnya tidak ada sedikitpun ruang untuk mundur, yang ada hanyalah pilihan untuk terus maju dan tetap bertahan walau badai tak henti menerpa. Ya, begitulah kisah ini mampu bertutur untuk membagi sedikit memori agar menjadi hikmah yang menginspirasi.

Saya adalah sarjana farmasi dari universitas islam negeri di Jakarta. Alhamdulillah, tahun 2011 berhasil menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan. Harapan untuk melanjutkan perkuliahan pada program profesi apoteker sudah terbayang-bayang di depan mata. Karena bagi saya, seorang sarjana farmasi tidak akan lengkap tanpa menjadi apoteker sama halnya dengan sarjana kedokteran yang tak lengkap tanpa menjadi dokter, dan sarjana keperawatan yang tak lengkap tanpa menjadi perawat.

Untuk menjadi seorang apoteker, saya harus melanjutkan studi di universitas lain karena di tempat saya berkuliah belum menyediakan program profesi apoteker. Justru itu kesempatan baik, agar saya dapat menjadi kaya akan ragam bahasa ilmu yang diajarkan di universitas lain. Seusai kelulusan, saya sangat berharap dapat mengikuti ujian masuk apoteker UI namun singkat cerita saya tidak jadi mengambil pilihan untuk kuliah di UI karena saya masih fokus bekerja di apotek sebuah rumah sakit swasta.

Setelah resign dari pekerjaan, saya mencari informasi pendaftaran apoteker di manapun. Satu-satunya universitas negeri yang waktu pendaftarannya tepat dan terdekat dari Jakarta adalah ITB. Ya Allah, kala itu saya sangat ngeri membayangkan apakah saya mampu masuk ke ITB. Kata orang, ujian masuk apotekernya saja sangat sulit, banyak sekali yang berguguran, dan tidak diterima masuk program studi apoteker ITB. Belum lagi perkuliahan yang cukup padat, dan di ujian akhir kelulusan apoteker konon mengerikan karena dilaksanakan dalam beberapa tahap, serta akan diuji 9 dosen dari berbagai bidang farmasi dan praktisi. Ucapan yang paling dikenal dikalangan teman-teman saya, “Wah kalau ITB mah, susah masuk susah keluar!.” Jleb banget.

Saya tidak peduli apapun kata orang, justru itu adalah sebuah tantangan bagi diri saya untuk buktikan bahwa saya mampu. Semangat saya menggebu-gebu sekali untuk masuk ke ITB, ditambah dengan dukungan ayah tercinta. Nyatanya perjalanan menggapai impian tak selamanya mulus karena selalu akan ada badai yang menghembus. Ibu yang saya cinta, tak mendukung impian saya untuk melanjutkan kuliah apoteker dengan segera karena ibu menginginkan saya untuk bekerja dahulu di tengah kondisi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan keuangan.

Ibu saya mengatakan sesuatu yang membuat saya pilu, “Kamu jangan mimpi deh sekarang, nanti saja kuliahnya. Adik kamu juga kan baru mau masuk kuliah. Gantian lah dulu. Masa adikmu tidak kuliah.”

Saya berkata, “Ya Allah, ibu. Insyaallah adik tetap akan kuliah. Saya akan usaha supaya bisa tetap lanjut apoteker, entah mungkin dengan mencari beasiswa, intinya saya tetap akan lanjut. Hanya setahun kan kuliahnya, saya mohon sedikit bersabar untuk kesuksesan anakmu ini ibu. Allah itu Maha Kaya.. ”

Seminggu menjelang ujian masuk apoteker ITB ikhtiar saya dirasa belum masksimal, bahkan saya masih disibukkan dengan urusan da’wah kampus. Namun saya tak kan pernah lupa bahwa do’a-do’a yang saya lantunkan begitu gencar di setiap sholat wajib dan sunnah. Untai deras air mata pun berpadu menambah syahdu suasana kemesraan bersama Allah. Saya selalu panjatkan do’a yang tak putus, agar Allah berikan hasil terbaik apakah saya akan diterima di ITB atau tidak.

Do’a, ia begitu indah dan mudah di ucap. Ia selalu mampu menjadi penguat jiwa, pelebur dosa, dan pelipur lara. Ada banyak do’a yang begitu mempesona, saat itu untai do’a yang mengalun indah bersama lirih air mata kesungguhan selalu menemani seusai aktivitas sholat saya.

 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam perkara ini, dan aku memohon kepada-Mu tekad kuat yang lurus, dan aku memohon kepada-Mu untuk bisa mensyukuri nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik. Dan aku memohon kepada-Mu lisan yang jujur, dan hati yang selamat. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang engkau ketahui, dan aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Maha mengetahui segala yang ghaib.” (HR. At-Tirmidzi (3329), An-Nasa’i (1287), dan Ahmad (16491)).

Hari ujian masuk apoteker ITB telah tiba, namun setelah selesai ujian saya merasa amat pesimis karena ada banyak soal yang tak yakin dijawab. Saya tawakkal pada Allah, biarlah Allah memberi keputusan terbaik. Dua minggu kemudian, hasil ujian diumumkan. Dari 49 peserta yang mengikuti ujian masuk yang lolos hanya 9 orang, dan salah satu diantara sembilan orang itu adalah saya, subhanallah wal hamdulillah, allahu akbar.

Diri ini kembali terngiang pada sepotong untaian do’a yang berulang-ulang pernah terucap, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebahagiaan dalam qodho’, kedudukan sebagai syuhada’, kehidupan yang bahagia, dan kemenangan atas musuh. Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan kebutuhanku kepada-Mu sekalipun nalarku tidak sampai dan amalku sedikit, aku membutuhkan rahmat-Mu.”(HR. At-Tirmidzi (3341), dan Ath-Thabarani (Al-Kabir/10520).

Jelas sekali tergambar dalam untai do’a tersebut bahwa kita sangat bergantung kepada Allah. Kita harus menyerahkan segala keputusan terbaik pada-Nya, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan segala pinta dengan rahmat-Nya meski nalar kita tidak sampai dan amal kita begitu sedikit. Subhanallah, sungguh, kabar kelulusan saya diantara sekian banyak peserta merupakan sebuah kabar terindah, membuat bahagia hati sungguh membuncah. Ah, kalau bukan karena kebaikan Allah mungkin saya tidak akan berdiri disini. Alhamdulillah, do’a-do’a yang melangit itu, mampu mengantarkan saya mewujudkan salah satu pelangi impian.

Permasalahan baru kembali muncul, bagaimana dengan biaya kuliah? 12 juta di semester pertama sudah harus terbayar dalam waktu 1 minggu. Lagi-lagi, Allah begitu baik pada saya. Allah menitipkan kemudahan itu melalui abang saya yang mendapatkan rezeki di awal usahanya pas sebesar 12 juta dan langsung dikirimkan ke rekening saya. Allahu akbar, bulir air mata ini tak mampu terbendung. Allah kabulkan segala pinta dengan begitu indah, karena Dia tahu ini adalah jalan yang tepat menuju ridho-Nya dalam meraih ilmu.

Saudaraku, teruslah berdo’a karena do’a adalah perintah-Nya, dan menjadi sarana terkabulnya pinta. Janganlah lupa bahwa sebaik-baik do’a tak kan sempurna tanpa diiringi kesungguhan ikhtiar dan diakhiri dengan keindahan tawakkal pada-Nya.

Yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang tak mungkin untuk diwujudkan karena hal itu mudah bagi Allah. Berdo’alah, memohonlah pada-Nya agar ia kuatkan kakimu melangkah menuju ikhtiar terbaik dan hasil terbaik, serta lihatlah betapa indahnya cara Allah mengabulkan segala impian dan harapanmu.

*Saat ini saya masih menempuh indahnya perjuangan menuntut ilmu, mohon do’a agar Allah mudahkan jalan ini menapaki jalan menuju syurga-Nya melalui ilmu. dan Semoga sahabat, Allah mudahkan dalam mencapai segala impian. aamiin

*Najmthree*

(Bandung, 9 Desember 2012)

Iklan

2 comments on “UNTAI DO’A

  1. Subhanallah sungguh menginspirasi, syukran ..

    Alhamdulillah. Syukron ukhty. Semoga mampu menjadi penyemangat tuk terus bergerak meraih impian. Sesulit apapun itu. Yakin pada Allah :). Salam ukhuwah ya

  2. Subhanallah…Allah SWT memang Maha segalanya, cerita ini sangat menginspirasi saya, semoga saya juga bisa lolos ujian apoteker ITB tahun ini, kuncinya doa di selingi dengan ikhtiar kemudian tawakkal, ya Allah semoga saya bisa… aamiin ya robbal’alamiiin…

    Alhamdulillah, makasih rhara..Semangaat yah :). Insyaallah kamu bisa. Keep ikhtiar dan do’a sungguh2, Selamat berjuang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s