Luapan Hati di Perjalanan ini

Segenap suka duka mewarnai jalan panjang dalam menyusuri hiruk pikuk penelitian untuk memenuhi tugas akhir ini. Usaha apapun telah sekuat tenaga diri perjuangkan untuk menggapainya sesuai dengan rencana-rencana indah yang telah disusun, bahkan sampai berkali-kali merubah ulang segala rencana-rencana itu. Berat, sangat berat, terlalu banyak waktunya tersita, terlalu banyak amanah yang  terkorbankan, terlalu berat jiwa, raga, pikiran, dan juga finansial yang terkuras. Harapan diri sungguh besar dalam mengarungi ini. Harapan yang selalu dibangun untuk bersemangat meraih ridho-Nya melalui jalan ini, jalan para penuntut ilmu.

Sungguh, perjalanan ini teramat melelahkan tetapi juga begitu indah, begitu banyak pelajaran yang takkan pernah diri lupakan. Tangisan seringkali mewarnai perjalanan ini, walau seolah diri terlihat tegar. Bahkan hampir diakhir perjalanan ini, ia tak kunjung bersahabat. Ia terus saja menguji kesungguhan dan kesabaran dalam mengarungi titian ilmu itu sampai rasanya diri tak lagi sanggup membendungnya. Ya, apa daya harapan tidaklah seperti yang diinginkan. Ia berjalan diluar nalar diri. Ia berjalan memainkan skenarionya tanpa disadari.

Di titik ini, hamba berpasrah pada-Mu. Di titik ini, hamba terus berusaha meyakinkan diri untuk memahami keinginan-Mu, memahami aturan-Mu. Di titik ini, hamba serahkan semua keputusan terbaik dari-Mu sembari hamba terus berikhtiar. Hanya kuasa-Mu lah yang akan merubah semuanya, hanya atas izin-Mu lah semua itu akan terwujud ditengah-tengah kebimbangan perjalanan panjang ini. Terus kuatkanlah tubuh yang rapuh dan lemah ini, Ya Alloh…

Ampunilah segala kesalahan, dan kebodohan yang sering diri lakukan. Ampuni sekiranya diri terkesan tidak ikhlas, diri hanya sedikit berkeluh sambil terus meluruskan kembali rona-rona keikhlasan yang harusnya selalu menghiasi jiwa-jiwa setiap manusia. Mungkin terlalu banyak kelalaian, dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan, sehingga perjalanan ini tak kunjung mulus.. Astagfirullohal’adzhiim…

Ya Alloh, Teruslah buat ia bersinar walaupun ia hampir kehabisan energi untuk berpendar..Buatlah ia tegar, ditengah badai perjalanan menuntut ilmu sebagai jembatannya menuju syurga-Mu itu Ya Alloh… Dengarkanlah do’anya, Usaplah wajah beningnya yang dibanjiri tetes deras air syahdu.. Dekap eratlah ia.. Saat ini dan sampai kapanpun, hanya diri-Mulah penenang hatinya. Hanya diri-Mulah tempat ia bersandar.. Hanya diri-Mulah penyejuk hatinya.. Bantulah ia untuk terus bangkit, bersemangat, dan tak kenal kata menyerah.. Buat ia selalu yakin, “tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh” dan juga untuk selalu lapang menerima segala keputusan terbaik dari-Mu.. aamiin..

Perjalanan ini, akan indah pada waktunya. Ia akan menjadi kenangan tak ternilai, karena ia telah menempa sebutir pasir menjadi sebuah mutiara indah yang bermanfaat untuk sekitarnya..Yakinlah…Berprasangka baiklah pada-Nya.. DIA begitu mencintamu… Mari kembali bangkit untuk melangkah pasti menggapai cita-cita mulia itu……. 🙂

“Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”                       (Q.S. Al-Mujaadilah : 11)

-18/9/11-

(najmthree)

 (Luapan tak terbendung)

Iklan