# Part 2 MY ROAD TO BEING A MAPRES FKIK 2011 = “SEUNTAI PESAN”


Bismillah..Rekam jejak itu memiliki seuntai pesan indah yang tersirat maupun tersurat bagi penyimaknya. Adalah Alloh yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. My Road To Being A Mapres FKIK 2011, tulisan ini dibuat hanya untuk berbagi inspirasi, berbagi pengingatan akan pesan-pesan cinta-Nya pada kita semua.

Sejenak diri ini kembali, pada memori perjalanan menuju Mapres FKIK. Cita-cita itu, mimpi itu yang sedari awal tak pernah terbayang akan hadir di Fakultas ini pada akhirnya hadir. Capaian tersebut, datang ditengah-tengah pengharapan utama diri ini untuk lulus kuliah lebih cepat. Keinginan untuk lulus 3.5 tahun yang pada akhirnya pupus karena penelitian yang telah lama dimulai belum kunjung selesai akibat berbagai kendala itu telah Alloh gantikan dengan cara yang lebih indah.

Ya, ternyata inilah kejutan yang ingin Alloh siapkan untuk seorang diri yang penuh dengan kekurangan ini. Alloh memberikan hadiah terindah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, lebih dari sekadar lulus cepat. Alhamdulillah, Mari mengambil seuntai pesan dari-Nya agar kita semua terus berusaha dan tidak ragu untuk memiliki impian ataupun menuliskan semua itu, karena Alloh Tau cara terbaik untuk mewujudkan impian itu. Yakinlah saudaraku, bahwa Alloh akan mewujudkan impian kita dengan cara-Nya yang lebih indah daripada yang kita duga.

Diri ini kembali merekam jejak-jejak hikmah pada perjalanan seleksi Mapres Fakultas. Awalnya sempat bingung akan menampilkan apa, pada sesi penampilan bakat diri. Jauh-jauh hari saya terus pikirkan apa yang kira-kira dapat ditampilkan, mengingat bakat spesifik yang tidak seberapa. Padahal kala itu, tes wawancara saja belum dilakukan sehingga belum bisa dipastikan kalau saya bakal masuk final. Tapi intinya, mau seperti apapun hasilnya tentunya sudah harus dipersiapkan agar nantinya sudah punya gambaran dan lebih siap menjalaninya.

Teringat cerita saya sebelumnya di tulisan part 1 My Road To Being A Mapres FKIK 2011 mengenai apa saja yang ditampilkan, tentunya hal itu tidak lepas dari arahan Alloh. Kebingungan yang melanda itu akhirnya dapat lebih saya mantapkan di pagi hari dimana siang harinya saya akan melewati final Mapres. Di pagi hari yang cerah itu, saat perjalanan di kereta dari palmerah menuju serpong (tempat saya penelitian), Alloh memberikan sebuah pesan cinta-Nya yang tertulis dalam Al-Qur’an. Disana tertulis satu ayat yang meyakinkan diri untuk menyampaikan suatu pengingatan kepada semua orang. Saya lupa ayat persisnya, namun saya sangat ingat berkali-kali saya lihat ayat itu, membuat diri semakin yakin untuk menyampaikan sesuatu di penampilan nanti. Yaa, itulah Da’wah. Karena da’wah adalah cinta, sebuah ruh bagi jiwa dan ia harus selalu menghiasi diri kita dimanapun berada. Tentulah perjalanan ini, butuh kelurusan niat. Orientasi terbesar dalam perjalanan ini haruslah karena Alloh.

’Pesan dari Sang Maha Cinta ”Tidak Ada Sesuatu yang Tidak Mungkin” menjadi pilihan tulisan yang saya sampaikan pada penampilan bakat itu. Tulisan yang berisi mengenai Tadabbur Surah Maryam ayat 7 – 9, dan ayat 35 ini berkisah mengenai Nabi Zakaria yang pada akhirnya Alloh berikan keturunan walaupun usianya telah renta dan istri beliau mandul. Juga kisah mengenai Maryam, wanita luar biasa yang Alloh titipkan dalam rahimnya seorang anak laki-laki bernama Isa yang tak berayah. Dalam pandangan manusia, mungkin hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Namun, hal tersebut mudah bagi Alloh untuk mewujudkannya karena sudah jelas kutipan dari surat cinta-Nya:

”Apabila Alloh hendak menetapkan sesuatu, maka Alloh hanya berkata kepadanya. ”Jadilah”, maka ”Jadilah sesuatu”. (Q.S. Maryam:35).

Maka saudaraku, yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan selama Alloh menghendaki untuk terjadi. Yakinlah selalu pada Alloh.

Rasa Syukur pada-Mu tak terkira, karena Alloh telah memberikan hadiah indah ini. Walaupun gelar tersebut hanya berakhir di tingkat fakultas, karena fakultas lain maupun universitas belum memiliki sistem yang mapan mengenai adanya ajang Mapres ini. Namun semua tetap patut disyukuri. Berharap kedepannya, kegiatan ini tetap lestari. Yang harus selalu diingat adalah sungguh, gelar ini bukan untuk berbangga-bangga, bukan untuk disombongkan. Sesungguhnya ini adalah amanah berat karena tentulah ada konsekuensi yang harus dilalui sebagai tanggung jawab dari capaian ini.

Menjadi lebih dikenal adalah salah satu konsekuensi. Namun, seperti yang dikutip dalam majalah tarbawi, ”Kalau hanya soal terkenal, kita tidak akan kekurangan orang. Terkenal bukanlah prestasi, tapi yang merupakan prestasi adalah memiliki kemampuan yang mumpuni dan kapasitas yang memadai, yang dengannya kita bisa melakukan tugas sebaik-baiknya, mampu menghadirkan perbaikan untuk keadaan kita yang sedang terpuruk.”

Sungguh, diri ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Beruntunglah kita karena Alloh masih menutup aib-aib kita, dan mengangkat derajat kita karena ilmu yang telah Alloh ajarkan. Sangat saya sadari, bahwa apa yang saya capai belum ada apa-apanya, dan mungkin masih kalah jauh dengan mapres-mapres lainnya yang saya ketahui. Beberapa diantaranya, sebut saja mas Danang Ambar Prabowo, Sang Pembuat Jejak pada Video inspiringnya, Mapres 1 Nasional tahun 2007, sungguh motivator yang banyak mengajarkan saya untuk terus semangat meraih mimpi. Selanjutnya, pernah mendapat cerita dari adik kelas mengenai kakak kelasnya di FK Unpad, Teteh Almira yang juga menjadi Mapres 1 Nasional tahun 2010, Subhanalloh akhwat yang luar biasa ini sudah sering kali melanglang buana untuk short course ke luar negeri.

Selain itu, ada Jay (Andreas Senjaya) Mapres Fasilkom UI tahun 2010 dan Mapres 2 UI tahun 2010, yang luar biasa juga menginspirasi karena selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, berprestasi juga mandiri. Dan baru-baru ini juga mendengar kisah mengenai Rully prasetya, Mapres I UI tahun 2011, pribadi berprestasi nan sholih yang tilawahnya perhari 5 juz dan dalam 1 minggu kurang lebih 1 kali menghatamkan Al-Qur’an (Subhanalloh), tidak terbayang seperti apa. Tentunya masih banyak lagi sosok-sosok Mapres lainnya yang luar biasa. Hanya rasa haru, yang bisa saya rasakan saat mengetahui kisah-kisah mereka. Bahagia rasanya mengetahui banyaknya saudara/i yang masih memahami pentingnya mengupgrade diri dan terus belajar untuk menjadi secercah cahaya bagi ummat.

Sesungguhnya, di luar sana masih banyak saudara/i kita yang mungkin lebih berprestasi. Masih banyak saudara/i kita yang dapat menjadi inspirasi untuk kita terus saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan seyogyanya tidak ada yang pantas disombongkan dari apa yang sudah diraih karena segalanya pun dapat terwujud karena Alloh. Segalanya dapat terwujud atas kehendak-Nya. Maka teruslah menjadi hamba-hamba-Nya yang penuh syukur.  Semoga seuntai pesan tersebut membawa berjuta hikmah untuk kita semua..

*NajmThree*

(Alhamdulillah 🙂 )

*Berikut adalah link berita mengenai Mapres FKIK 2011,  cek ke link republika di bawah ini ya 🙂

http://www.republika.co.id/berita/rol-to-campus/uin-syarif-hidayatullah/12/06/07/m58i72-mapres-ajang-penghargaan-mahasiswa-fkik-berprestasi

Iklan

One comment on “# Part 2 MY ROAD TO BEING A MAPRES FKIK 2011 = “SEUNTAI PESAN”

  1. Kamu senang? Aku juga ikut senang, Er! Disana senang… Disini senang… Kalau ada teman2 dan guru2 kita di SD dulu yang juga tahu kamu menangin ajang “bergengsi” seperti ini di Jakarta sono.. Pasti semuanya juga ikut-ikutan pada senang… Kita bangga sempat dipertemukan Allah semasa kecil walaupun cuma beberapa waktu saja.. Sekali lagi Good job! Terus berkarya dan memancarkan kilau “bintang”nya..

    Alhamdulillah, ini semua bisa terjadi atas izin-Nya..semoga dapat menjadi inspirasi utk siapapun agar smgt berprestasi,,semangat juga buat har.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s