Olimpiade Farmasi Indonesia II, Cukup dapat pengalaman berharga..Alhamdulillah.

Tepat tanggal 28-29 Juli 2010, berlangsung acara Olimpiade Farmasi Indonesia ke-II di Universitas. Prof. Dr. Uhamka, Klender-Jakarta. Acara ini diikuti oleh 102 perserta dari 21 perguruan tinggi farmasi yang tersebar di Indonesia.

Alhamdulillah, aq mendapat kesempatan untuk mengikuti acara yang sangat berkesan ini. Dari UIN Syarifhidayatullah Jakarta memang terbilang membawa peserta yang cukup banyak, maklumlah sama-sama berasal dari univ islam sekitar jakarta, UIN terbilang cukup dekat kekerabatannya dengan Uhamka.

Penawaran unutk ikut olimpiade farmasi se-indonesia ini, memang sudah ditawarkan sebulan yang lalu, namun UIN lambat memfollow up, jadilah mahasiswa diberi kepastian ikut ke Olimpiade hanya H-5 dari tanggal 28, bahkan kepastian bidang yang diikuti hanya H-2. Bayangiin, gimana mau mempersiapkannya dengan baik klo begini.

Jadilah,tetep ikut..nekat-nekatan aja..berusaha mempelajari bidang tersebut dengan semampunya. Sempat ragu, antara ikut atau tidak..yang jelas memang aq akui banyak kekurangan dari keikutsertaan kita.

“Kesempatan itu tidak datang dua kali kawan. Lebih baik mencoba tapi gagal, daripada gagal mencoba.”

Terus aq berpikir lagi..

Ya Allah, parah banget sih kami ini. Masa belajar buat olimpiade dengan sistem kebut semalam? Hmm..aq berusaha meyakinkan diri bahwa aq bukan baru belajar semalam ini, tapi proses belajar yang aq lakukan memang sudah dari semester-semester yang lalu di saat aq mendapatkan mata kuliah itu. “Intinya aq hanya mengulang kembali dalam mempelajari matkul itu. Jadi, yakinlah utk terus maju..”

Proses selama 2 hari itu dilalui. Kayak gini nih, su-cha nya alias susunan acaranya..

Hari I : Pembukaan -> 3 Seminar Nsional -> Babak Penyisihan (Tertulis) @ UHAMKA, Klender -> Jamuan Makan Malam Oleh Gubernur DKI @ Balai Agung Gubernuran JKT.

Hari II : Outbond and jalan-jalan @ TMII -> Pengumuman Final @ UHAMKA -> Final-> Pnyerahan Hadiah & Penutupan…

Ga nyangka klo di susunan acaranya bakal padet gtu. Ada 3 judul seminar nasional, babak penyisihan dengan soal tertulis, pilihan ganda 100 soal and essay 2 soal (wuuuih, mantab gan). Hmm, sebenarnya aq bisa siy ngerjain soalnya, namun banyak konsep2/teori yang diluar dugaan bakal keluar. Nah, dari situ udah pesimis bakal lanjut ke final. (ckckck..ya sud tak apa).

Asyiknya, di malam hari pertama OFI, kita dijamu dinner di kantor gubernur DKI jakarta (hmm, ngerasa kayak turis2 yang disambut oleh orang jakarte).  Asli, hari pertama olimpiade ngerasanya makmur banget coz dapat makan dan snack mulu euy.  Lanjut di hari kedua, ada outbond team building & leadership plus dapet jalan2 di TMII (hehe, noraks..poto2 bareng),,

Setelah itu, ini dia waktu yang ditunggu-tunggu, pengumuman peserta yang melaju ke final 5 besar bidang farmakologi dan bidang farmasetika..

Yups, antara seneng, sedih, kecewa, lega karena ga masuk final (lho!?). Yaaa, karena sudah terlihat dari persiapan yang kurang, penuh dengan keterbatasan termasuk dlm hal fasilitasi oleh dosan pada mata kuliah yang di ujikan, and ditambah lagi aq dan temen2 farmasi UIN smstr 6 yang masih ada beberapa UAS, jadilah pikiran terpecah, kepikiran untuk UAS slnjtnya..

Sudah, sudah..This is the final ‘Pemenang Olimpiade Farmasi Indonesia ke-II’ adalah.. (jreng..jreng..)
Bidang Farmakologi :                                                                                                       Medali Emas : Uhamka
Medali perak : ITB
Medali perunggu : Uhamka
Bidang Farmasetika : Medali Emas : ITB
Medali Perak : Univ.Pancasila
Medali Perunggu : ITB

Eh, ada beberapa univ yang tdk ikut lho. Diantaranya seperti UI, UGM, Unpad, UNS, Unair, Undip dan masih banyak lagi. Maybe tahun2 berikutnya baru bisa ikut.

So, banyak Ibroh yang bisa didapat dari pengalaman berharga ini.
Bisa kenal dengan beberapa saudari dari universitas lain. Asyiik :mrgreen:
And mungkin terkadang kita harus belajar untuk tidak menilai sebelah mata saudara2/i kita yang tidak masuk ke univ. terkenal atau univ.yang bergengsi, tapi mereka ternyata bisa lebih cerdas dan berprestasi. Contoh, disitu ada temen2 dari  univ yang mungkin tdk dikenal tapi berhasil masuk menjadi finalis 5 besar mengalahkan 100 peserta yang lain. Lagipula “dimanapun kita berada, tergantung bagaimana kita berusaha mempelajari bidang kita dengan sebaik-baiknya, memaksimalkan setiap fasilitas yang diberikan , toh secara umum yang diajarkan pun sama di setiap universitas (sedikit aja yang berbeda).”
Ayoo semua, lebih semangat lagi untuk berprestasi. Setiap kita punya potensi untuk itu, asalkan kita mau berusaha untuk bersungguh-sungguh memberdayakannya.

Dan diriku merasa masih cetek ilmu, masih banyak hal yang harus kupelajari. Huhu
Apalagi sebenarnya jika kita pahami,  apapun bidang yang telah kita pilih, itu menjadi sunnah mu’akad utk kita tekuni sehingga kedepannya kan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk umat..
So guys, semangat yaa untuk terus menggali ilmu-ilmu Allah yang subhanalloh begitu luas,,

“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Luqman: 27).

Masyaallah.. Apalagi jika berbicara mengenai ilmu kedokteran dan kesehatan, akan banyak sekali hikmah dan kesyukuran karena dapat diberi kesempatan utk lebih mempelajari bidang yang sangat kompleks ini.

Alhamdulillah, Terimakasih Ya Alloh atas kesempatan mengikuti Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) II ini. Aq cukup mendapatkan pengalaman berharga. Ayoo, taun depan siapa lg ya yg mau ikut? Semoga adik-adik kelasqu bisa mempersiapkan diri untuk OFI III ke UII Jogja Tahun depan. Semangat..semangat..

Jdi inget perkataan kakak kelas farmasi UIN yg tahun lalu brhasil memenangkan 3 besar Olimpiade Farmasi Indonesia I di Univ.Andalas. Beliau berusaha menenangkanku agar nntinya tidak terlalu kecewa di akhir.
Katanya ” Ya udah, santai aja. Pelajari saja bahan matkul terkait bidang itu semua. Ikhtiar, do’a, dan tawakkal. Yang penting kita dapet pengalaman dan klo menang itu bonus..”
Hehe.. Jazakillah kakak sdh mensupport qta. Mudah-mudahan tahun-tahun selanjutnya ada yang mengikuti jejak kakak sbg pemenang 3 besar Olimpiade Farmasi Indonesia. Aamiin..

So, Jangan Pernah Takut Gagal atau Takut Mencoba. Tetapi Yakinlah Bahwa Kita Pasti Bisa!!! Innalloha ma’ana. Be Inspiring People.. :mrgreen:

*Najm_Three*
(Inspiring)