Teladan yang telah dijamin syurga..

Para Nabi dan Rosul, Para Shohabiyah, Salaffusholeh, dan orang-orang yang bertaqwa pada Allah, banyak diantara mereka merupakan orang-orang yang telah dijamin syurga. Alangkah luarbiasanya keimanan dan ketaqwaan mereka pada Allah, segala amal perbuatan, perkataan, ibadah-ibadah yang dilakukan pastilah memiliki keistimewaan khusus dimata Allah karena bukanlah sembarang manusia yang Allah berikan jaminan langsung menuju ke syurga..

Selain Rosulullah shollallahu ‘alayhi wassallam yang patut kita teladani dari segala sisi, para sahabat beliau yang senantiasa setia mengikuti dan menyertai perjalanan da’wah beliau pun dapat kita teladani kepribadiannya, ibadahnya, segala keteguhannya yang menyebabkan mereka dijamin syurga oleh Allah.

Mengutip dari sebuah buku “10 orang dijamin ke syurga”, banyak kisah inspiratif yang dapat kita ambil ibrohnya..ya, 10 orang sudah pasti dijamin syurga…siapakah mereka? yang pasti kita bukan termasuk di dalamnya yang disebutkan pada buku tersebut..Namun kita bisa menjadi yang selanjutnya dijamin Allah ke syurga jika kita mau berusaha, mengumpulkan bekal sebaik mungkin untuk persiapan menuju Allah. Meneladani mereka segala perbuatan mereka, dan senantiasa berharap memohon keridhoan Allah..

10 orang yang disebutkan adalah

1. Abu Bakar Assiddiq

2. Umar Bin Khottob

3. Ustman Bin Affan

4. Ali Bin Abi Tholib

5. Thalhah Bin Ubaidillah

6. Zubbair Bin Awwam

7. Abdurrahman Bin Auf

8. Sa’ad Bin Abi Waqqosh

9. Said Bin Zaid

10. Abu Ubaidah Bin Jarrah

Perjuangan yang dilakukan oleh para sahabat di atas, sungguh berat. Mereka harus rela mengorbankan harta, jiwa, dan raga, bahkan keluarga demi meneggakkan Dienullah di muka bumi..Keimanan mereka begitu teguh tertancap dalam diri, menyatu dalam darah mereka, tidak peduli ujian apapun yang menghadang tetap mereka hadapi dengan keteguhan, dan kesabaran luarbiasa, pengharapan yang penuh akan pertolongan Allah..Apa yang mereka perbuat tidak dapat dibandingkan dengan apa yang kita lakukan saat ini..Pantaslah jika mereka sudah dijamin syurga oleh Allah..

Allah mengatakn dalam surat cinta-Nya :

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”.  (Q.S. Ali-Imron : 142)

“Dan betapa banyak Nabi yang berperang didampingi sejumlah besar pengikutnya yagn bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak pula menyerah kepada musuk. dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali-Imron : 146)

3 Diantaranya  adalah….

Abu bakar merupakan sahabat yang menerim yang ditawarkan Rosulullah tanpa ragu, Rasulullah berkata “Tiada aku mengajak seorang masuk Islam, tanpa ada hambatan, keraguan, tanpa mengemukakan pandangan dan alasan, hanya Abu Bakar lah. Ketika aku menyampaikan ajakan tersebut, dia langsung menerimanya tanpa ragu sedikitpun.” (Dari kitab Al-Bidayah Wannihayah)

Dan keimanan abu bakar yang begitu besar ….

“Jika ditimbang keimanan Abu bakar dengan keimanan seluruh umat akan lebih berat keimanan Abu Bakar.” (HR. Al-Baihaqi)

Subhanallah, coba bayangkan jika kita berada pada zaman itu mungkin kita tidak akan serta merta menerima begitu saja, atau mungkin kita juga menjadi salah satu orang yang mencaci maki Rosulullah dan menyebutnya gila..Tapi, seorang Abu Bakar beliau memang selalu membenarkan Rosullah..Pantaslah beliau digelarkan dengan Assiddiq..Dan bayangkan jika keimanan kita dibandingkan dengan keimanan Abu Bakar, niscaya akan sangat jauh berbeda..kita mungkin belum ada apa-apanya..Oleh karena itu, keteladanan akan sosok Abu Bakar dapat kita amalkan..

Thalhah Bin Ubaidillah

Pada saat perang uhud, semua musyrikin berusaha mencari Rosulullah dengan pedang-pedangnya yang tajam dan mengkilat mereka terus-menerus mencari Rosulullah. Mereka amat gemas, benci, dan penasaran karena sewaktu hijrah ke Madinah mereka tidak berhasil menemukan Muhammad. Kini mereka menemukan Muhammad, kaum muslimin dengan sekuat tenaga melindungi Rosulullah walaupun tombak dan panah menghujam mereka, dan hati mereka berucap teguh “Aku Korbankan ayah ibuku untuk engkau, Ya Rosulullah”..

Salah satu mujahid tersebut adalah Thalhah Bin Ubaidillah, Ia berperawakan tinggi kekar. Ia ayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri. Ia melompat ke arah Rosulullah yang tubuhnya telah berdarah. Dipeluknya tubuh Rosulullah dengan tangan kiri dan dadanya. Sementara pedang yang ada ditangan kanannya ia ayunkan ke arah lawan yang mengelilinginya seperti laron yang tidak memperdulikan maut. Alhamdulillah Rosulullah selamat..Peristiwa ini merupakan pelajaran dan pengalaman pahit yang tidak terlupakan..

Subhanallah..Allahu Akbar..Beranikah kita seperti Thalhah yang begitu cintanya pada Rosulullah dan rela mengorbankan dirinya..Tidak dapat dibayangkan suasana mengerikan pada saat itu..perang qital yang mempertaruhkan nyawa,,yang diperolehnya bisa saja hidup mulia atau mati syahid..

Abu Ubaidah Bin Jarrah

Abu bakar Assiddiq menyampaikan suatu kisah tentang jasa Abu Ubaidah pada perang uhud..Rosulullah terkena panah yang mengenai rahang atas wajah beliau. Ketika itu beliau memakai tutup kepala dari besi sehingga kepingan besi penutup wajahnya menancap ke rahang beliau di dua tempat. Dari wajah beliau darah terus bercucuran. Dengan segera berlari secepat kilat menyambar, Abu Ubaidillah lebih dahulu menghampiri Rosulullah dibandingkan Abu Bakar..Lalu Abu Ubaidillah berkata kepada Abu Bakar, “Aku mohon atas nama Allah, Hai Abu Bakar agar egkau membiarkan aku mencabut lempengan beesi ini dari wajah Rosulullah”..

Abu Ubaidah lalu menggunakan kedua gigi depannya untuk mencabut besi tajam yang menancap ke dalam dua sisi rahang Rosulullah. Setelah mencabut besi itu, Abu Ubaidah terjatuh dan kedua gigi atas dan gigi bawahnya tanggal. Kemudian Ia menggigi besi yang kedua dengan kedua gigi atas dan bawahnya yang masih tersisa, dan ternyata giginya pun tanggal juga.

Abu Bakar dan Rosulullah amat terharu melihat kesetiaan dan pengorbanan Abu Ubaidillah sampai-sampai rela giginya hilang. Sejak itu di kalangan kaum muslimim Ia dikenal sebagai si ompong, karena kedua gigi atas dan gigi bawahnya telah tanggal..

Lagi-lagi, tiada kata yang dapat diucapkan..Subhanallah,,Luarbiasa..Meneladani keteguhan mereka tidaklah merugi, justru akan menjadi sebuaah motivasi agar kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan..

”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. Ali-Imron : 133)

Jika mereka memiliki keistimewaan yang menghantarkan ke syurga, maka bagaimana dengan kita?? Kita adalah manusia yang belum mendapat jaminan ke syurga..jika ditimbang-timbang antara amal kebaikan dan keburukan, mungkin keburukan kita lebih banyak..Ya Allah, hanya pada-Mu hamba memohon ampunan, memohon ridho-Mu atas setiap aktivitas hamba agar bernilai dimata-Mu, dan izinkan kami memasuki syurga-Mu, bertemu dengan-Mu, berkumpul dengan Rosul-Mu, dan dengan orang-orang yang mencintai-Mu..Amiin..

Dikutip  dari buku :

“10 orang dijamin syurga karangan Abdul latief Ahmad ‘Aasyur.

*Najm_Three*

(Inspiring me :))

Iklan