Surat Buat Saudariku…

(Copast dari notes di FB, tp ga ada link sumbernya..semoga bermanfaat) 🙂

Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)

Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”

Mungkin setan membisikkan
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”

Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?

Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah! Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia? Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka. Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias? Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.

Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”

Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka. Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka. Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita? Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?

Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.

“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.

“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan, Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.

Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan! Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.

Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.Berhias dengan ilmu dan amal sholeh, Berhias dengan akhlak yang mulia. Hiasi diri kita dengan rasa malu! Tutupi aurat kita! Jangan pamerkan! Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi. Simpanlah kecantikannya, Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya! Simpan untuk suami saja, Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan, Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya, Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):

“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)

Iklan

Fiqh Sholat,,yuk lihat sholat kita

Shalat disyari’atkan sebagai bentuk syukur seorang hamba kepada Allah Subhanahu wata’ala, menghilangkah dosa dan kesalahan, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada-Nya. Dengan sholat, seseorang bias membersihkan dan mensucikan jiwa dari dosa dan kesalahan, dan terbiasa dengan ketaatan dan ketundukan.

Shalat merupakan salah satu rukun Islam setelah syahadatain dan amal yang paling utama setelah syahadatain. Barangsiapa menolak melakukannya, karena ketidak-tahuan maka dia harus diberi pemahaman tentang wajibnya shalat, barangsiapa tidak meyakini tentang wajibnya shalat (menentang) maka dia telah kafir. Barangsiapa yang meninggalkan shalat karena menganggap remeh atau malas, maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah. Rasulullah bersabda :

” Pemisah di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Shalat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjadi amalan pertama yang dihisab diantara amalan-amalan manusia.

Yuk, lihat bagaimana dengan sholat kita..Ada beberapa hal yang sering tidak diperhatikan, berkaitan dengan gerakan sholat. Diantaranya :

1. Memandang Tempat Sujud

Pada saat mengerjakan sholat, Rasulullah menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ’Aisyah : ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat).” (HR. Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri ketika sholat, beliau bersabda : ”Jika kalian sholat, janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke kanan atau ke kiri.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

2. Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempel antara dua tumit.

Berkata ’Aisyah : ”Aku kehilangan Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat,….”(Diriwayatkan oleh Imam Al hakim dan Ibnu Huzaimah)

3. Merapatkan shaf

– Berdasarkan hadits Rasulullah, berkata Anas : ”Salah seorang diantara kami dahulu menempelkan bahu kami dengan bahu orang lain (disampingnya) dan kakinya dengan kaki orang lain (disampingnya). (HR. Bukhari)

– Berkata An-Nu’man : ”Saya melihat salah seorang kami menempelkan tumitnya dengan tumit orang lain disampingnya.” (HR. Bukhari)

– “Rapatkanlah shaf2 kalian dan saling mendekatlah di antara barisan. Dan luruskanlah (barisan) dengan leher. Karena demi Dzat Yang Jiwaku berada dalam genggamanNya, sesungguhnya aku meliahat setan masuk di lobang shaf. Setan itu seakan-akan seperti kambing kecil yang berwarna hitam.” (Hr. Abu Dawud  dan Ibnu Khuzaimah ).

Masih banyak lagi hal yang harus kita perhatikan dalam sholat, semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dalam penerapan sholat kita. Wallahu’alam bish-showab. (najm)

Maraji’ : Sifat dan karakter Solat Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam

NB : karena untuk bahan buletin dikampus jd nggak bisa panjang2 tulisannya..semoga bermanfaat 🙂

(Repost) Bismillah, We Are Ready To Study…

Setelah sebulan liburan semester ganjil and masuk kuliah juga belum aktif bgt di awal, akhirnya akan dimulai kembali babak baru dalam dunia akademis.. Ya, semester genap disambut  dengan penuh pengharapan akan sesuatu yang lebih baik walaupun medannya akan lebih berat, tapi tetep semangat..InsyaAllah. Bismillah, I’m ready to studi..

Hmm..walaupun sulit,dan berfluktuasi.. tapi semangat belajar itu harus selalu dipupuk. De’ ulfa nanya gimana caranya utk terus termotivasi dalam belajar truz dulu ada lagi adek siapa gitu yg nanya, gimana sih tipsnya spy ttp semngt, klo kuliah tiba2 ngantuk gitu..(krg lebih begitu deh, walaupun redaksinya ga persis sama)..

Jujur ya, aku pribadi bukan orang yang selalu belajaaaar, buka buku2 tiap hari, nyari2 bahan2 kuliah kemana2 :D . Haduh..ga gitu bgt sih aku belajarnya. Harus bisa diperbaiki nih! satu hal yg aku inget bgt dulu waktu SMA, kata kakak kelasku di 70 yg sekarang di FK UI’05..Ckckck..Subhanallah ya. Aku nggak kesampaian masuk sana..masih byk bgt kekuranganku  soalnya..Beliau bilang, “Karena biasanya kita jarang bgt buka buku ataupun ngulang pelajaran, jadi ya manfaatin bgt waktu ketika tatap muka dgn guru atau dosen. biar klo ngulang pelajarannya, ga perlu sampe susah bgt dimengerti”..Iya ya, bener bgt..Apalagi buat kita yg sibuk-sibuk dengan aktivitas lain.. Pas tatap muka sama dosen, ya disimak baik-baik, aktif bertanya klo ga ngerti, diskusi bisa sama dosennya atau temen2 yang lain. Baiknya lagi tuh pelajaran bisa sering diulang atau dibaca lagi dirumah.. :mrgreen: wlwpn jrg, tapi mudah2an bisa..

owh ya, yg ga kalah penting juga yaitu mencatat, kenapa mencatat?kan males, mending tinggal fotokopi dari cttn temen..emang bisa bacanya?klo tulisannya bagus banget sampe bikin pala pusing gimana? :mrgreen: ..maaf  klo ada  yg merasa tersindir.  Peace, yo!. Tentunya, dgn menulis..akan memudahkan kita untuk mengingatnya.  Ada pepatah bilang ” Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya, sebab ia ibarat kuda, ketika ia dibiarkan begitu saja ia akan lari “.. jd, ga masalah kan si mata, telinga, otak bekerja..tangan juga berkerja, kan itung-itung olahraga jari.. :D

And sebenarnya yg ga kalah penting itu niat kita dalam belajar..karena niatlah yang kita mendorong kita utk melakukan sesuatu. Niatkan segala kegiatan menuntut ilmu itu untuk ibadah sama Allah, pengen bgt Allah ridho dengan apa yg kita lakukan, ridho sama ilmu yang kita dapet,  dan yakin bahwa ilmu ini sekarang dan suatu saat nanti akan bermanfaat buat diri kita, keluarga, and tentunya untuk umat..

“Dan Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan Adalah karunia Allah itu sangat besar.” (Q.S. An-Nisa :113)

Ilmu-ilmu Allah itu sangat luas, masih banyak yang perlu kita kaji..sampe Allah bilang :

“Kalau sekiranya lautan itu menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahkan sebanyak itu pula.” (Q.S. Al-Kahfi : 109)

Subhanallah...Allah Maha Kuasa

balik lagi tadi ada yg nanya, gimana klo ngantuk pas kuliah? Hmm..izin aja utk cuci muka dulu biar seger, truz..perbaharui lagi niatnya. Klo pengen dapet ridho Allah, belajarnya harus tetep semangat. aku biasanya klo dah ngantuk, pas ga ada dosen tidur dulu tuk memejamkan mata berapa menit sekedar utk menghilangkan perih dimata..Abiz itu, ya langsung berusaha untuk fokus lagi ke kuliah..duduk pengennya selalu di depan, biar selalu on, and enak denger penjelasan dosen..hehehe

Ada motivasi luar biasa ni dari Rosulullah :

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah aka memudahkan jalannya ke Syurga.” (H.R. Muslim)

Makin semangat, euy! ;)

Bismillah, We are Ready to study?Gimana Friends?

Mudah-mudahan tulisan sederhana  ini bermanfaat buat kita yang tak pernah lelah untuk belajar..

SMANGAAT!!! :D

Terus belajar, yukz dapetin Ridhonya Allah

*Najm_Three*

(inginku berbagi)