“Ketika Tertipu Dua Nikmat”


Kembali mengutip tulisan penuh makna dari majalah tarbawi edisi lama mengenai akan pentingnya memanfaatkan waktu. So, Kudu harus musti baca tulisan yang satu ini….

Semoga bermanfaat….. 🙂

Dua nikmat yang banyak orang tertipu adalah waktu luang dan kesehatan. Rosulullah telah memperingatkna kita dengan hadits itu. Namun berlambat-lambat dalam nikmat waktu luang nampaknya kini menjadi amat wajar. Berlambat-lambat dalam nikmat kesehatan, nampaknya kini menjadi amat lumrah. Tertipu dalam kedua nikmat itu, kita seringkali merada beruntung. Merasa punya banyak waktu beristirahat, meski belum lagi bekerja keras. Belum lagi menuntaskan kerja dengan cepat dan matang dalam kualitas maksimum. Merasa bisa melakukan segalanya, lantas menabrak dan menyimpang sekenanya.

Nafas bergegas berkompetisi dengan waktu dalam wadah kebajikan berubah menjadi aroma asing. Meski itulah yang membuat kita jadi punya arti. Dan manusia yang hidup tanpa arti, kematiannya sebenarnya sudah tiba. ”Takbirkan saja empat kali,” kata Imam Syafi’i. Maksudnya kiasan untuk sholat jenazah.

Tertipu dalam nikmat waktu luang, akan menggiring kita makin jauh. Jadi tukang khayal. Jadi panjang angan-angan. Alih-alih bersegera memangkas semua itu, kita justru tenggelam. Tertipu bualan angan-angan. Orang-orang sholeh terdahulu berkata, ”Siapa yang suka berangan-angan, maka buruk amal perbuatannya.” Tertipu dalam lantunan angan-angan dalam lingkup yang lebih ”ringan”, boleh jadi kita ada di dalamnya. Dan kita tak cepat-cepat membebaskan diri. Kita masih berlambat-lambat merombak diri dalam kondisi darurat. Kondisi ketika jiwa bernafas pengkhayal, lalai dan tertipu.

Kita tertipu dalam rasa akan kekal di dunia, hingga kerja kita hanya sesuai dorongan duniawi. Kita menghabiskan waktu malam dan siang hanya untuk memperbaiki kehidupan dunia. Hati dan jasad hanyut dalam usaha itu. Lupa dan lalai pada kehidupan akhirat dan berlambat-lambat melakukan amal sholeh untuk akhirat. Bersemangat dan antusias dalam urusan keduniaan. Sedang dalam urusan akhirat, kita berlambat-lambat dan menundanya, tapi kita tetap saja merasa puas.

Padahal Rosulullah bersabda, ”maut adalah hal ghaib yang paling dekat ditunggu kehadirannya.” Padahal orang-orang sholeh terdahulu berkata, ”Seandainya kalian melihat ajal dan prosesnya, niscaya kalian akan benci dengan angan-angan dan tipu dayanya.” Mereka juga berujar, ”Berapa banyak manusia yang menyongsong harinya tanpa bisa melewati hari itu dengan sempurna. Dan berapa banyak manusia yang berangan-angan hidup pada hari esok sedangkan dia tidak mengalaminya lagi.” Dan, ”Berapa banyak orang yang tertawa lebar, padahal kain kafannya telah dikeluarkan dari tempat pemutihan kain.”

Sungguh fatal bila kita masih terkekang sikap berlambat-lambat melakukan amal sholeh. Sungguh fatal jika kita tak bergegas bertaubat dari kesalahan. Dan hanya berlindung dibalik kata ’akan’. Seorang ulama salaf berujar, ”Saya mengingatkanmu tentang perkataan ’akan’, sebab kata itu sudah banyak mencegah terjadinya kebaikan dan menunda dilakukannya perbaikan.”

Taubat itu niscaya. Lihatlah bagaimana Umar Bin Khattab radhiyallahuanhu, yang begitu cepat bertaubat ketika membaca surat Thoha. Membaca dari awal hingga kahir, pandangannya berubah ketika sampai pada ayat, ”Akulah Allah, tidak ada Tuhan menlainkan Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingatku.” (Q.S. Thoha:14). Hati yang membatu seketika cair. Kapan kita akan bersegera mencairkan hati?

Sungguh tragis jika di alam nanti, yang bisa kita lakukan cuma kembali berangan-angan : andai datangnya kematian ditangguhkan. Itu mustahil adanya. Bergegas dan bersegera Cuma bisa kita lakukan di dunia. Hari ini, dalam sependek waktu yang tersisa..

Wallahu’alam bish-showab..

*Najm_Three*

(Waktu adalah kehidupan)

Iklan

4 comments on ““Ketika Tertipu Dua Nikmat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s