Saat umurmu bertambah..

Di saat umur kita bertambah

Usahlah  terlalu membuncah..

Sesungguhnya semakin dekat perjumpaan dengan Sang Maha Pencipta..

Semakin berkurang waktumu di dunia..

Alhamdulillah, Syukurku hanya pada-Mu

Harapku hanya Ridho-Mu

Atas segala nikmat yang Kau beri

Atas Limpahan Kasih sayang Tak terkira

Terimakasih ya Allah

Engkau masih memberikan aku kesempatan..

Melewati pertambahan usia

Mengarungi birunya samudra kehidupan

*NajmThree*

(29 Juni’09) 😉

-Ketika umurku bertambah-

Iklan

ketika da’i berguguran karena virus merah jambu yang melanda..

Jalan da’wah ini adalah jalan panjang, penuh tantangan, ujian, dan cobaan. Banyak diantara saudara-saudara kita yang telah ikut berjuang bersama di dalam jalan ini, namun pada akhirnya berjatuhan dan tidak sanggup lagi bersama dalam gelombang ujian dan tantangan da’wah..Berapa banyak? Sungguh banyak, tak tahu persis berapa jumlahnya. Semua berjalan sesuai alur kehidupan yaitu ada yang datang dan ada pula yang pergi. Entah pergi karena memang sudah ketentuan mutlak dari Allah ataupun karena berbagai sebab dari dalam diri mereka.

Sebab-sebab berjatuhan di jalan da’wah begitu banyak..Ada beberapa point yang disampaikan dalam buku “Yang berjatuhan di jalan da’wah” karya Fathi yakan. Diantaranya adalah masalah internal kader atau da’i. Namun begitu banyak da’i yang dahulunya bersama, menjadi berubah karena tergoda oleh lawan jenis. Niat menjadi tidak murni lagi karena Allah, segala tingkah laku dan fikroh yang bersih ternodai oleh virus-virus merah jambu. Semuanya tiba-tiba berubah..

Sungguh miris, melihat fenomena seperti ini bahkan da’i yang telah bertahun-tahun tarbiyah pun ketika terjangkit virus merah jambu tak kuasa menahan datangnya panah-panah beracun dan akhirnya harus hengkang dari jamaah da’wah untuk memilih berkonsentrasi mengejar kekasih yang diidamkan. Na’udzubillahimindzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan itu dan selalu menjaga kita dalam keimanan dan kecintaan pada-Nya..Amiin.

Semua itu bergantung pada seberapa kuat kita menahan gelombang ujian dan tantangan dalam da’wah ini, dan semua itu berhubungan dengan seberapa dekat kita pada Allah, seberapa kuat keimanan itu terpatri dalam diri kita. Sehingga apapun ujian yang melanda, sandaran kita hanya pada Allah semata..Ujian yang kita lalui belum seberapa dibandingkan ujian yang dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya memperjuangkan Islam tegak di muka bumi ini. Namun kita terkadang merasa sombong bahwa kita bisa melaluinya dengan mudah bahkan lupa bahwa Allah lah yang dapat membantu menyelesaikan setiap masalah kita.

Termasuk ketika virus merah jambu itu melanda..yakinlah bahwa Allah tempat sandaran kita, yakinlah bahwa kecintaan yang teramat sangat hanya pada Allah, bukan pada makhluk-Nya. Allah yang selalu ada untuk kita, Allah yang selalu mendengarkan keluh kesah kita, Allah yang selalu mengabulkan permintaan kita, sibuk mengatur alam semesta ini sehingga keteraturan itu selalu berjalan, dan Allah yang nantinya akan memberikan kita pendamping hidup terbaik..Yakinlah, bahwa cintamu hanya untuk-Nya..dengan segenap raga dan jiwamu bahwa Allahlah segalannya..Ketika semua menjauh, kita hanya punya Allah..Semoga Allah selalu menjadi tujuan kita. (Allahu Ghoyyatuna)

“ Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja dengan mengharap keridhoan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.” (At-Taubah : 28)

Bercerita tentang da’i yang berguguran di jalan da’wah karena virus merah jambu memang tak kan pernah berhenti kisahnya. Akan selalu ada kisah seperti ini, yang turut meramaikan fenomena perjalanan da’wah. Namun kita semua berharap semoga kisah itu, tidak pernah lagi menghampiri da’wah ini yang sedang dan terus mekar mewangi. Sehingga pada akhirnya, da’wah ini bersemi hanya untuk mengharapkan ridho-Nya..Amin

Aku jadi teringat akan fenomena sahabat2 yang terkena virus merah jambu, dan pada akhirnya kami sebagai saudara berusaha keras untuk bisa menetralisir semua itu..Sakit rasanya hati ini jika mengetahui seorang aktivis da’wah pada akhirnya terlena juga dengan lawan jenis dan terjerumus ke hubungan special ataupun pacaran yang dibenci Allah karena sesungguhnya mereka belum halal untuk bersama. Sungguh suatu pukulan yang amat berat ketika medengar seorang aktivis da’wah pada akhirnya berjatuhan atau futur hanya karena virus tersebut menyerang..Oleh karena itu, ibarat virus yang benar-benar menyerang, obat yang bisa menyembuhkan hanya antibody tubuhnya atau kekebalan yang ada dalam tubuhnya sehingga penyembuhnya pun keinginan dari dalam diri yang kuat untuk kembali mendekat pada Allah, berbenah diri untuk kembali lagi bersama dalam jama’ah da’wah ini dan tak bosan untuk terus menggali ilmu-ilmu Allah.….Mari kita bersama-sama menuju kecintaan pada-Nya…

Wallahu’alam bish-showab….

(13/6/09)

*NajmThree*

(Inginku ku dekap erat cinta-Mu)

Langit Malam…

evening-sky

Setiap malam tiba,

Tak bosan  ku menatap langit

Mencari sebuncah ketenangan jiwa

Terhanyut dalam indahnya pekat


Bulan dan bintang, setia menemani

Bahkan terkadang awan pun tak mau kalah

Mereka tak pernah lelah menyapa diri ini

Sampai kutemukan senyum manis tanpa gundah


Malam ini, bulan-Mu begitu indah

Bintang-bintang senantiasa mengiringi

Bulan-Mu bagaikan bola cahaya menggantung di langit

Bintang-bintang bertaburan penuh pesona


Sungguh, indahnya langit malam..

Riuh gemerlap bertabur cahaya…

Jiwa pun terhanyut dalam syukur..

Dan alam pun tak pernah lupa tuk bertasbih….


*NajmThree*

(Saat bulan-Mu bersinar terang)

Padatnya kesibukan…

Padatnya kesibukan, membuatku sulit meluangkan waktu menulis lagi, kadang mau nulis tapi lagi ga dapet feel atau inspirasi…klo lagi pengen bgt, baru deh jari-jemari mulai menari-nari di atas keyboard laptop papa yang setia menemani, walaupun berat dibawa kemana-mana, namun Alhamdulillah bgt masih diberikan rezeki untuk punya laptop. Padatnya jadwal plus tugas2 yg menumpuk membuat waktu 24 jam serasa tidak cukup, jadilah banyak lembur mengerjakan pekerjaan2 itu..klo sudah capek bgt ya tepar, tertidur pulas, atau bahkan pusing mampir di kepala.

Ya Allah, rasanya sulit sekali mengatur semua aktivitas yang ada, hidup jadi tidak teratur.. Namun jangan biarkan waktuku dekat dengan-Mu menjadi berkurang. Walupun terkadang kuantitas ibadah jadi menurun, namun yang terpenting adalah kualitasnya lebih baik. Karena Allah lebih suka amalan yang sedikit tapi berkesinambungan, dibandingkan amalan yang banyak tapi tidak berkelanjutan..

Hmm..Jadi kangen banget ngeliat langit malam, 😉 sambil bertafakkur memandangi indahnya langit yang bertabur bintang, memaknai penciptaan Allah yang begitu Indah..karena dengan itu, seakan-akan semua hal di pundak hilang, dan terasa ringan, merefresh kembali perasaan damai, tenang, dan takjub karena-MU..

Ya Allah, bantulah kami untuk mengelola segala aktivitas kami..

terkadang kami lalai dalam segala urusan..

Engkaulah yang selalu mengingatkan kami..

Engkaulah yang selalu menemani di setiap langkah kami..

Kuatkanlah kami dalam menjalankan setiap aktivitas ini…

Tetapkanlah kami selalu dalam keistiqomahan…

Terkadang karena kesibukan, lupa istirahat, lupa juga dengan kondisi tubuh, padahal tubuh juga punya hak untuk istirahat ya…tapi yakinlah bahwa setiap amalan kita akan tercatat sebagai pemberat timbangan kebaikan kita, selama yang kita niatkan juga karena Allah..

Semangat ukhti! :mrgreen: