At The Calm Night…

Starlight_Northern Sky

Sandarkanlah Semua Letih Yang Kau Usung Hari Ini

Bintang Akan Menarik Keindahan Sampai Matamu Terpejam

Tidurlah, Dan Temui  Mimpi Manis Yang Menantimu Di Ujung Pagi

Tetap Semangat,,,,,

Wahai Bintang Yang Bersinar,,,,,,

Semoga Allah Selalu Menjagamu Dalam Keimanan,,,,,,,,,,,,

(*Najm_three*)

Iklan

Mencoba untuk menyukainya..

Ingin rasanya bisa seperti itu,,,Kapan yah?

Astronomi, ga semua orang paham ataupun suka dengan ilmu astronomi. Aku mulia menyukai ilmu astronomi semenjak SMA kelas 1 akhir. Pada saat itu, aku ikut Ekskul SKIR, dan disitu ada bidang Astronomi, sempet sedikit2 ngebahas astronomi jadi penasaran. And aku emang suka mandang langit, seolah-olah di langit banyak pesan-pesan tersembunyi gitu. Lagipula temen satu ekskul, ada yang yang suka banget sama astronomi and lumayan ngerti juga. Akhirnya dari situ aku semakin penasaran. Coba baca-baca and buka internet buat cari-cari informasi tentang astronomi. Alhamdulillah, aku bener2 tambah takjub dan kagum sama Allah,  Sang Maha Pencipta Alam semesta ini yang menciptakannya dari ketiadaan. Subhanallah…

Pengalaman yang ga pernah aku lupa adalah, mencoba untuk masuk ke jajaran orang intelek pencinta astronomi, (lho koq, maksudnya?!). Walaupun masih terbilang baru mengenal astronomi, tapi rasa ingin tauku pada saat itu, mengantarkanku untuk mencoba ikut seleksi olimpiade astronomi walaupun masih seleksi tingkat jakarta selatan. Padahal itu telat bgt, hari terakhir daftar kita baru tau klo ada bidang astronomi and dari 70 belum ada calon yang bakal ikut seleksi. Akhirnya aku dan temenku itu nekat aja ngajuin diri ke sekolah.hehe..Aku bener2 nekat, pengetahuanku juga cuma dikit, coz baru baca bukupun seadanya bgt. tapi Alhamdulillah luar biasa aku nggaknyangka klo bakal masukke seleksi tahap 1. Padahal soal essaynya luar biasa susah, tapi dah pernah masuk seleksi aja dah seneng bukan main.Tentu saja pada saat seleksi semua pada sibuk kerja sendiri, wajahnya pada berubah ajdi serius semua. Seleksi selanjutnya tingkat DKI, aku and temenku nggak masuk. Ya taulah, lagi2 soal yang begitu sulit. Namun pengalaman itu sangat aku syukuri, coz klo aku nggak mencoba nekat untuk ikut, aku nggak akan pernah tau bahwa sebenarnya aku mampu dalam bidang ini. cuma belum diasah aja. Sempet berpikir bahwa setelah lulus mau masuk Astronomi ITB, tapi sama ortu nggak boleh. Ya sud, jadilah astronomi sampai sekarang adalah sebuah ilmu yang hanya bisa kunikmati lewat internet ataupun buku. Padahal pengen banget ikut keg Astronomi HAAJ, tapi karena utk meluangkan waktu kegiatan lain-lain diluar kampus dan SMA sangat sulit juga Saking byknya kegiatan kampus dan amanah-amanah yang sedang dijalani. Don’t Woorry Be happy…

Karena melihat alam semesta dan segala misterinya adalah sesuatu hal yang membuat kita menjadi semakin kagum pada Sang Pencipta.

Terimakasih Ya Allah, karena engkau telah memberikan akal dan panca indera ini untuk lebih mengenal-Mu melalui Ciptaan-ciptaan-Mu yang begitu Indah.

Ragam Bunga di Taman

Pernah jalan-jalan ke taman bunga? Subhanallah…betapa indahnya ciptaan Allah SWT, berbagai jenis warna, ragam, bau wewangian ada disana. Ada yang merah, putih, kuning, ungu, beragam warnanya, ada pula yang besar namun banyak pula yang kecil, semuanya indah menghiasi dunia ini. Betapa Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan dengan menciptakan taman bunga justru dari berbagai ragam hal-hal yang berbeda, semuanya berpadu menyemburatkan nuansa indah, menggoda mata untuk meliriknya.

Coba amati keindahan kuntum bunga yang sedang berkembang, mekar mewangi menghaturkan wajahnya ke langit, bulir-bulir embun di ujung daun yang jatuh ke tanah laksana lantunan tasbih dan tahmid, kelembutan sinar matahari diselingi tiupan semilir angin, indah… begitu indah, bagaikan senandung kesyukuran kepada Sang Pencipta.

Hmm… bukankah kehidupan kita pun laksana ragam bunga di taman? Penuh dengan segala fitrah perbedaan, dan itulah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna dan makna. Mestinya, perbedaan justru menjadi sebuah pelajaran, tentang bagaimana kita menghadapi, dan memetik hikmah dari semua perbedaan itu.

Namun sayang, terkadang kita semua bukanlah laksana taman bunga yang dengan segala perbedaannya menimbulkan keindahan. Masing-masing kita seumpama sekuntum bunga yang ingin menyeruak sendirian, hanya supaya kuntumnya saja yang terlihat cantik, indah dan menawan. Andaikan semua kuntum bunga itu mekar bersama, tentu akan menimbulkan keindahan yang lebih menakjubkan.

Betapa di zaman sekarang ini umat Islam sedang dalam kehinaan, dan kita masih dengan kesibukan mempermasalahkan perbedaan khilafiyah hingga sampai melepaskan kita semua dari tali persaudaraan. Kadang kita lupa dengan saudara kita sendiri yang juga berjuang untuk kemuliaan Islam di muka bumi ini, buruk sangka dan saling menjatuhkan, sehingga yang terjadi adalah perpecahan ummat.

Bukankah ide dan gagasan dakwah yang beragam itu adalah kekuatan ummat? Semua ini akan menjadi gerakan yang terorganisir, rapih, solid dan militan yang akan merubah kondisi kehinaan hingga tak ada lagi fitnah atas agama ini. Sebuah taman yang indah, dari berbagai aneka bunga, hingga bukan kita saja yang menikmati keindahannya, namun sebuah taman bunga yang mengundang semua orang dari segala penjuru dunia untuk bersama menikmati keindahan itu.

Salah seorang mujahid Islam, Hasan al Banna pernah mengatakan bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang mustahil, namun yang diharapkan walaupun mempunyai kepentingan sendiri, jangan sampai menutupi kepentingan bersama untuk menegakkan qalam Ilahi di muka bumi. Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah, kamu adalah ruh baru, dan jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur’an.

Ana, antum, kita semua adalah ruh baru, karena itu semoga tidak ada lagi di antara kita yang merasa jamaahnyalah yang terbesar, paling benar, paling banyak pengikut atau paling banyak berbuat untuk Islam. Jaddidil ahda (perbarui janjimu), wujudkan seluruh kemampuan untuk kemuliaan Islam hingga jihad fi sabilillah menemui kita, karena setiap dirimu adalah laksana sekuntum bunga dari sekian banyak ragam bunga di dunia ini.

Ya akhi wa ukhti fillah,

Antum adalah salah satu bunga yang menghiasi dunia Islam ini, mekar dan mekarlah dengan khas wewangian-mu, tumbuhlah dengan aqidah dan akhlak terbaik, hingga tiba saatnya kita bersama menghiasi dunia ini dengan keindahan ajaran Islam.

Kemenangan yang dijanjikan itu akan tiba, percayalah! Siapkan diri, rapatkan barisan, luruskan shaf, rajut ukhuwah islamiyah diantara kita, siapapun engkau, apapun namanya dirimu, jangan pedulikan, karena yang terpenting kita semua adalah bunga-bunga Islam yang siap menyebarkan wanginya ke segala penjuru mata angin. Galang persatuan dan kesatuan, bersama tegakkan Dien yang lurus ini.

Allahu Akbar !!!

Wallahu alam bi showab,

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*

Al-Hubb Fillah wa Lillah,

http://www.dudung.net