What We Want are What We’ve Got 22 Januari 2012
Posted by najmthree in starslover.1 comment so far
Bismillaahirrohmaanirrohiim….
Let’s back to make the worlds brighter, shining like a star.. and sure that we are The Star… 
All that i want in my life..
Is the feeling of peace, deep within me truly..
I took a chance, I let go..
I promised my self that it wouldn’t scare me..
Miracles appear i know, now that i can see it show..
‘Cause I found out what i dreamt of..
And i looked it up at this very moment..
What i want is what I’ve got..
Found out what was missing..
And i looked it up at this very moment..
What i want is what I’ve got..
Life is too short to hold back..
I won’t live in the past being lonely..
Now i know this is the time of my life..
Yes i’m sure, what i want is what i’ve got..
(What i want is what i’ve got-inspired by westlife song)
Give thanks to Alloh for everything that we’ve got in our life. What we want, that mean are what we dreams.. And we’ve got that dreams because of Allah answered our prayers.. So Give thanks to Alloh.. Give thanks to Alloh..
We must believe that our dreams will come true, if we sure that Alloh always hears our prayers, sure that Alloh always be with us, sure that Alloh loves someone who make an effort to get a wonderful life.. If our dreams haven’t achieved, don’t worry.. Because Alloh knows something better for us..
There is something more beautiful in front of us.. ![]()
Thanks to Alloh, What we want are what we’ve got because of Alloh…
Let’s keep our spirit to step forward, to get the achievement of life..
And Let’s reach our stars
* NajmThree*
(Get the new spirit of life to shining)
Luapan Hati di Perjalanan ini 18 September 2011
Posted by najmthree in catatanku.3 comments
Segenap suka duka mewarnai jalan panjang dalam menyusuri hiruk pikuk penelitian untuk memenuhi tugas akhir ini. Usaha apapun telah sekuat tenaga diri perjuangkan untuk menggapainya sesuai dengan rencana-rencana indah yang telah disusun, bahkan sampai berkali-kali merubah ulang segala rencana-rencana itu. Berat, sangat berat, terlalu banyak waktunya tersita, terlalu banyak amanah yang terkorbankan, terlalu berat jiwa, raga, pikiran, dan juga finansial yang terkuras. Harapan diri sungguh besar dalam mengarungi ini. Harapan yang selalu dibangun untuk bersemangat meraih ridho-Nya melalui jalan ini, jalan para penuntut ilmu.
Sungguh, perjalanan ini teramat melelahkan tetapi juga begitu indah, begitu banyak pelajaran yang takkan pernah diri lupakan. Tangisan seringkali mewarnai perjalanan ini, walau seolah diri terlihat tegar. Bahkan hampir diakhir perjalanan ini, ia tak kunjung bersahabat. Ia terus saja menguji kesungguhan dan kesabaran dalam mengarungi titian ilmu itu sampai rasanya diri tak lagi sanggup membendungnya. Ya, apa daya harapan tidaklah seperti yang diinginkan. Ia berjalan diluar nalar diri. Ia berjalan memainkan skenarionya tanpa disadari.
Di titik ini, hamba berpasrah pada-Mu. Di titik ini, hamba terus berusaha meyakinkan diri untuk memahami keinginan-Mu, memahami aturan-Mu. Di titik ini, hamba serahkan semua keputusan terbaik dari-Mu sembari hamba terus berikhtiar. Hanya kuasa-Mu lah yang akan merubah semuanya, hanya atas izin-Mu lah semua itu akan terwujud ditengah-tengah kebimbangan perjalanan panjang ini. Terus kuatkanlah tubuh yang rapuh dan lemah ini, Ya Alloh…
Ampunilah segala kesalahan, dan kebodohan yang sering diri lakukan. Ampuni sekiranya diri terkesan tidak ikhlas, diri hanya sedikit berkeluh sambil terus meluruskan kembali rona-rona keikhlasan yang harusnya selalu menghiasi jiwa-jiwa setiap manusia. Mungkin terlalu banyak kelalaian, dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan, sehingga perjalanan ini tak kunjung mulus.. Astagfirullohal’adzhiim…
Ya Alloh, Teruslah buat ia bersinar walaupun ia hampir kehabisan energi untuk berpendar..Buatlah ia tegar, ditengah badai perjalanan menuntut ilmu sebagai jembatannya menuju syurga-Mu itu Ya Alloh… Dengarkanlah do’anya, Usaplah wajah beningnya yang dibanjiri tetes deras air syahdu.. Dekap eratlah ia.. Saat ini dan sampai kapanpun, hanya diri-Mulah penenang hatinya. Hanya diri-Mulah tempat ia bersandar.. Hanya diri-Mulah penyejuk hatinya.. Bantulah ia untuk terus bangkit, bersemangat, dan tak kenal kata menyerah.. Buat ia selalu yakin, “tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh” dan juga untuk selalu lapang menerima segala keputusan terbaik dari-Mu.. aamiin..
Perjalanan ini, akan indah pada waktunya. Ia akan menjadi kenangan tak ternilai, karena ia telah menempa sebutir pasir menjadi sebuah mutiara indah yang bermanfaat untuk sekitarnya..Yakinlah…Berprasangka baiklah pada-Nya.. DIA begitu mencintamu… Mari kembali bangkit untuk melangkah pasti menggapai cita-cita mulia itu…….
“Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Mujaadilah : 11)
-18/9/11-
(najmthree)
(Luapan tak terbendung)
# Part 2 MY ROAD TO BEING A MAPRES FKIK 2011 = “SEUNTAI PESAN” 27 Juli 2011
Posted by najmthree in starslover.1 comment so far
Bismillah..Rekam jejak itu memiliki seuntai pesan indah yang tersirat maupun tersurat bagi penyimaknya. Adalah Alloh yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. My Road To Being A Mapres FKIK 2011, tulisan ini dibuat hanya untuk berbagi inspirasi, berbagi pengingatan akan pesan-pesan cinta-Nya pada kita semua.
Sejenak diri ini kembali, pada memori perjalanan menuju Mapres FKIK. Cita-cita itu, mimpi itu yang sedari awal tak pernah terbayang akan hadir di Fakultas ini pada akhirnya hadir. Capaian tersebut, datang ditengah-tengah pengharapan utama diri ini untuk lulus kuliah lebih cepat. Keinginan untuk lulus 3.5 tahun yang pada akhirnya pupus karena penelitian yang telah lama dimulai belum kunjung selesai akibat berbagai kendala itu telah Alloh gantikan dengan cara yang lebih indah.
Ya, ternyata inilah kejutan yang ingin Alloh siapkan untuk seorang diri yang penuh dengan kekurangan ini. Alloh memberikan hadiah terindah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, lebih dari sekadar lulus cepat. Alhamdulillah, Mari mengambil seuntai pesan dari-Nya agar kita semua terus berusaha dan tidak ragu untuk memiliki impian ataupun menuliskan semua itu, karena Alloh Tau cara terbaik untuk mewujudkan impian itu. Yakinlah saudaraku, bahwa Alloh akan mewujudkan impian kita dengan cara-Nya yang lebih indah daripada yang kita duga.
Diri ini kembali merekam jejak-jejak hikmah pada perjalanan seleksi Mapres Fakultas. Awalnya sempat bingung akan menampilkan apa, pada sesi penampilan bakat diri. Jauh-jauh hari saya terus pikirkan apa yang kira-kira dapat ditampilkan, mengingat bakat spesifik yang tidak seberapa. Padahal kala itu, tes wawancara saja belum dilakukan sehingga belum bisa dipastikan kalau saya bakal masuk final. Tapi intinya, mau seperti apapun hasilnya tentunya sudah harus dipersiapkan agar nantinya sudah punya gambaran dan lebih siap menjalaninya.
Teringat cerita saya sebelumnya di tulisan part 1 My Road To Being A Mapres FKIK 2011 mengenai apa saja yang ditampilkan, tentunya hal itu tidak lepas dari arahan Alloh. Kebingungan yang melanda itu akhirnya dapat lebih saya mantapkan di pagi hari dimana siang harinya saya akan melewati final Mapres. Di pagi hari yang cerah itu, saat perjalanan di kereta dari palmerah menuju serpong (tempat saya penelitian), Alloh memberikan sebuah pesan cinta-Nya yang tertulis dalam Al-Qur’an. Disana tertulis satu ayat yang meyakinkan diri untuk menyampaikan suatu pengingatan kepada semua orang. Saya lupa ayat persisnya, namun saya sangat ingat berkali-kali saya lihat ayat itu, membuat diri semakin yakin untuk menyampaikan sesuatu di penampilan nanti. Yaa, itulah Da’wah. Karena da’wah adalah cinta, sebuah ruh bagi jiwa dan ia harus selalu menghiasi diri kita dimanapun berada. Tentulah perjalanan ini, butuh kelurusan niat. Orientasi terbesar dalam perjalanan ini haruslah karena Alloh.
’Pesan dari Sang Maha Cinta ”Tidak Ada Sesuatu yang Tidak Mungkin” menjadi pilihan tulisan yang saya sampaikan pada penampilan bakat itu. Tulisan yang berisi mengenai Tadabbur Surah Maryam ayat 7 – 9, dan ayat 35 ini berkisah mengenai Nabi Zakaria yang pada akhirnya Alloh berikan keturunan walaupun usianya telah renta dan istri beliau mandul. Juga kisah mengenai Maryam, wanita luar biasa yang Alloh titipkan dalam rahimnya seorang anak laki-laki bernama Isa yang tak berayah. Dalam pandangan manusia, mungkin hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Namun, hal tersebut mudah bagi Alloh untuk mewujudkannya karena sudah jelas kutipan dari surat cinta-Nya:
”Apabila Alloh hendak menetapkan sesuatu, maka Alloh hanya berkata kepadanya. ”Jadilah”, maka ”Jadilah sesuatu”. (Q.S. Maryam:35).
Maka saudaraku, yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan selama Alloh menghendaki untuk terjadi. Yakinlah selalu pada Alloh.
Rasa Syukur pada-Mu tak terkira, karena Alloh telah memberikan hadiah indah ini. Walaupun gelar tersebut hanya berakhir di tingkat fakultas, karena fakultas lain maupun universitas belum memiliki sistem yang mapan mengenai adanya ajang Mapres ini. Namun semua tetap patut disyukuri. Berharap kedepannya, kegiatan ini tetap lestari. Yang harus selalu diingat adalah sungguh, gelar ini bukan untuk berbangga-bangga, bukan untuk disombongkan. Sesungguhnya ini adalah amanah berat karena tentulah ada konsekuensi yang harus dilalui sebagai tanggung jawab dari capaian ini.
Menjadi lebih dikenal adalah salah satu konsekuensi. Namun, seperti yang dikutip dalam majalah tarbawi, ”Kalau hanya soal terkenal, kita tidak akan kekurangan orang. Terkenal bukanlah prestasi, tapi yang merupakan prestasi adalah memiliki kemampuan yang mumpuni dan kapasitas yang memadai, yang dengannya kita bisa melakukan tugas sebaik-baiknya, mampu menghadirkan perbaikan untuk keadaan kita yang sedang terpuruk.”
Sungguh, diri ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Beruntunglah kita karena Alloh masih menutup aib-aib kita, dan mengangkat derajat kita karena ilmu yang telah Alloh ajarkan. Sangat saya sadari, bahwa apa yang saya capai belum ada apa-apanya, dan mungkin masih kalah jauh dengan mapres-mapres lainnya yang saya ketahui. Beberapa diantaranya, sebut saja mas Danang Ambar Prabowo, Sang Pembuat Jejak pada Video inspiringnya, Mapres 1 Nasional tahun 2007, sungguh motivator yang banyak mengajarkan saya untuk terus semangat meraih mimpi. Selanjutnya, pernah mendapat cerita dari adik kelas mengenai kakak kelasnya di FK Unpad, Teteh Almira yang juga menjadi Mapres 1 Nasional tahun 2010, Subhanalloh akhwat yang luar biasa ini sudah sering kali melanglang buana untuk short course ke luar negeri.
Selain itu, ada Jay (Andreas Senjaya) Mapres Fasilkom UI tahun 2010 dan Mapres 2 UI tahun 2010, yang luar biasa juga menginspirasi karena selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, berprestasi juga mandiri. Dan baru-baru ini juga mendengar kisah mengenai Rully prasetya, Mapres I UI tahun 2011, pribadi berprestasi nan sholih yang tilawahnya perhari 5 juz dan dalam 1 minggu kurang lebih 1 kali menghatamkan Al-Qur’an (Subhanalloh), tidak terbayang seperti apa. Tentunya masih banyak lagi sosok-sosok Mapres lainnya yang luar biasa. Hanya rasa haru, yang bisa saya rasakan saat mengetahui kisah-kisah mereka. Bahagia rasanya mengetahui banyaknya saudara/i yang masih memahami pentingnya mengupgrade diri dan terus belajar untuk menjadi secercah cahaya bagi ummat.
Sesungguhnya, di luar sana masih banyak saudara/i kita yang mungkin lebih berprestasi. Masih banyak saudara/i kita yang dapat menjadi inspirasi untuk kita terus saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan seyogyanya tidak ada yang pantas disombongkan dari apa yang sudah diraih karena segalanya pun dapat terwujud karena Alloh. Segalanya dapat terwujud atas kehendak-Nya. Maka teruslah menjadi hamba-hamba-Nya yang penuh syukur. Semoga seuntai pesan tersebut membawa berjuta hikmah untuk kita semua..
*NajmThree*
(Alhamdulillah
)


















